Kamis, 23 April 2009

Hisbullah Kudeta Pemerintahan Lebanon


BEIRUT - Kelompok Hisbullah dengan dukungan Iran yang menguasai separuh Kota Beirut pada Jumat 9 Mei, disebut pemerintahan koalisi Lebanon yang didukung Amerika Serikat (AS) sebagai 'Kudeta berdarah dan bersenjata'.

AS sendiri menuding kudeta tersebut dari hubungan antara Hisbullah, Teheran dan Damascus. AS juga mengatakan saat ini (AS) sedang melakukan perundingan dengan kekuatan lain untuk menekan 'mereka yang bertanggung jawab terhadap kekerasan' di Lebanon.

Seperti dikutip Reuter, Sabtu (10/5/2008), sedikitnya 18 orang tewas dan 38 lainnya luka-luka dalam pertempuran selama tiga hari antara kelompok bersenjata pro-pemerintah dan kelompok pro-Hisbullah.

Kekerasan tersebut terjadi menyusul kebuntuan politik antara pemimpin oposisi Hisbullah yang meminta peran lebih dalam pemerintahan dan koalisi yang berkuasa. Hal ini melumpuhkan pemerintahan dan hingga sekarang Lebanon tak memiliki Presiden.

Konflik internal yang terjadi saat ini merupakan yang terburuk sejak perang sipil tahun 1975-1990. Konflik ini terjadi setelah pemerintah memutuskan untuk membongkar jaringan komunikasi militer Hisbullah. Hisbullah menuding tindakan pemerintah ini sebagai pernyataan perang.

Pemandangan di Lebanon mengingatkan kepada perang sipil dimana orang-orang bersenjata berada di jalanan menghancurkan mobil dan membakar gedung-gedung.

Pertempuran perlahan-lahan reda setelah pendukung pemerintah melucuti senjata mereka. Sebagian besar kelompok pro-pemerintah adalah pendukung pemimpin Sunni, Saad al-Hariri. Mereka menyerahkan senjata kepada kepada tentara yang mencoba menetralisir konflik.(hri)

Tidak ada komentar: