
Michael Jackson adalah pemusik serba bisa dan gerak tari kepala yang khas telah mengantarkannya dari seorang anak ajaib menjadi superstar solo sebelum pelecehan seksual terhadap anak menghancurkan reputasi dan karirnya.
Berita kematian Jackson yang diwartakan media karena serangan jantung, meledak manakala penyanyi berusia 50 tahun itu berencana mengadakan tur "come back" ke dunia musik dalam 50 konser yang dijadwalkan dimulai di London pada 13 Juli nanti.
Limapuluh konser ini akan menjadi rangkaian konser pertamanya selama 12 tahun dan diperkirakan oleh promotor AEG Live bakal memberi Jackson keuntungan lebih dari 400 juta dolar AS.
Popularitas Jackson mencapai puncaknya pada 1982 lewat album dan video musiknya yang ikonik, "Thriller". Dia berhasil menjual kira-kira 750 juta kopi rekaman dan memenangkan 13 Grammy di sepanjang karirnya yang berjaya selama empat dekade.
Namun penyanyi yang terkenal dengan tarian "moon-walking" dan sarung tangan sebelahnya, ditimpa oleh kelakuan-kelakuan aneh yang pada 2008 telah memaksanya menjadi pertama di tengah belitan utang.
Keprihatinan atas kondisi kesehatannya semakin terlihat selama satu persidangan hukum di California pada 2005 karena tuduhan pelecehan seksual anak dimana akhirnya dia bebas, dan pada 2008 manakala dia diambil gambarnya di Las Vegas di kursi roda untuk alasan yang tidak pernah dijelaskan.
AEG Live menyatakan Jackson telah lolos menjalani tes kesehatan yang panjang pada awal 2009, sebelum konser di London diumumkan.
Jackson dihormati sebagai pemusik kulit hitam pertama yang memperoleh perhatian luas menyusul penampilannya di saluran musik MTV.
Video musiknya seperti "Thriller" yang diantaranya mengenalkan tarian ala zombie dan lagu "Beat It," telah melangkahi batas-batas seni video musik, sementara performa panggungnya yang spektakular telah melahirkan jutaan penggemar di seluruh dunia.
Setelah peluncuran "Thriller," majalah Time menggambarkannya sebagai "fenomena solo terpanas sejak Elvis Presley" dan mendaulatnya sebagai bintang rekaman, radio dan video rock.
Pelecehan Seksual
Namun keyakinan Jackson bahwa "Aku adalah Peter Pan di lubuk hatiku", ungkapan yang ditujukannya kepada anak-anak, persahabatannya dengan seekor simpanse bernama Bubbles, suara tingginya dan bedah plastik, telah membuatnya dijuluki "Wacko Jacko."
Perubahan perlahan-lahan warna kulitnya menjadi pucat putih --yang disebutnya sebagai akibat dari pigmentasi kulit-- dan kesukaannya mengenakan masker bedah dan pernah mengayunkan anaknya sendiri dari atas loteng, menambah reputasinya sebagai seorang yang eksentrik.
Setelah dua kasus hukum pada 1993 dan 2003 yang semuanya tidak terbukti bersalah karena kasus pelecehan seksual anak laki-laki selama menginap di Neverland Ranch di California, Jackson tidak pernah lagi mengembangkan talenta musiknya yang luar bisa seperti semasa mudanya.
Setelah dibebaskan dari tuduhan pelecehan seksual terhadap anak lelaki berusia 13 tahun pada 2005, Jackson menutup gerbang peristirahatannya di Neverland dan hidup berpindah-pindah di Bahrain, Dubai, Irlandia dan Las Vegas, sambil menghadapi perkara-perkara hukum menyangkut keuangannya.
Berulangkali Jackson menyatakan bahwa dia mencintai anak-anak dan tidak akan pernah menyakiti mereka namun seringkali dia mempertahankan pendapatnya untuk tidur seranjang dengan anak-anak.
"Anak-anak mencintai saya. Saya cinta anak-anak. Mereka ingin seperti saya. Semua orang boleh masuk ke kamar saya. Seorang anak boleh ke kamar saya jika mereka mau," katanya dalam satu wawancara televisi tahun 1996.
Superstar Dunia
Dilahirkan pada 19 Agustus 1958 di Gary, Indiana, Jackson mulai menyanyi sebagai anggota termuda band Jackson 5, dimana dia pertamakali meneken kontrak rekaman pada 1968 di usia ke-11.
Lagu-lagu hit seperti "ABC" dan "I'll Be There" membuat band bersaudara ini menjadi grup musik pertama dalam sejarah pop AS yang memancangkan empat lagunya sekaligus dalam tangga lagu paling populer di AS. Tahun 1972 Jackson meluncurkan album solonya yang pertama.
Di tahun-tahun dini mereka, dibawah gemblengan keras sang ayah, mereka mencapai sukses besar.
Jackson kemudian mengatakan bahwa dia telah membangun rumah di Neverland, lengkap dengan kebun binaang, lintasan mini kereta api, bioskop dan komidi putar karena dia ingin memiliki tempat yang bisa menciptakan apapun yang tak pernah didapatnya di masa kecil.
Dia berkolaborasi dengan produser Quincy Jones untuk membuat "Off the Wall" (1979) yang membuat empat single-nya mencapai hit dan kemudian "Thriller" dimana tarian dan corak rock dan popnya menghasilkan tujuh lagu yang bertengger sekaligus di tangga Top Sepuluh lagu terpopuler AS dan bertahan hingga dua tahun.
Pada 2009 album ini mencetak rekor penjualan lebih dari 45 juta kopi di seluruh dunia.
Pada 1985, bersama Lionel Richie, dia menulis singlenya yang didekasikan untuk korban kelaparan di Afrika berjudul "We Are The World," yang menjadi salah satu lagu single paling cepat laris di masanya.
Album-album hit seperti "Bad" dan "Dangerous" mengikuti setelah itu, dan Jackson mulai menyebut diri sebagai Raja Pop ditengah rumor negatif mengenai kehidupan pribadinya.
Pada 1994, dia memberikan ganti rugi kepada seorang anak yang diduga menjadi korban pelecehan seksual dirinya di California.
Beberapa bulan kemudian, dia mengguncang dunia setelah menikahi anak perempuan satu-satunya Elvis Presley, Lisa Marie Presley, namun pasangan ini bercerai pada 1996.
Tahun itu juga, dia menikahi mantan perawat Debbie Rowe dan dikaruniai dua anak-- Prince Michael Jackson I dan Paris Michael Katherine.
Mereka pisah ranjang pada 1999. Empat tahun kemudian dia dikaruniai satu lagi anak, Prince Michael Jackson II, dari seorang perempuan yang tak diketahui identitasnya.- ant
Senin, 29 Juni 2009
Michael Jackson Gemerlap dan Skandal
Senin, 08 Juni 2009
biografi criss angel

Christopher Nicholas Sarantakos (born December 19, 1967), better known by his stage name Criss Angel, is an American magician, illusionist, musician, escapologist, and stunt performer. He is best known for starring in his own television show, Criss Angel MindfreaCriss Angel is the star and creator of the A&E Network show Criss Angel Mindfreak. Seasons 1 and 2 were filmed at The Aladdin in Las Vegas, with Season 3 at the Luxor Hotel. Premiering on July 20, 2005, the illusions have included walking on water, levitating above the Luxor Hotel (in the light of 39 lightbulbs that can be seen from space.[1] ), floating between two buildings, causing a Lamborghini to disappear, surviving in an exploding C4 Crate, cutting himself in half in full view of an audience and getting run over by a steamroller while lying stomach down on a bed of glass. Also in season 3 he was known for jumping out of a moving car. Angel was injured and stopped production for 3 week. He is of Greek descent. Angel was raised in East Meadow, Long Island, New York.
dari wikipedia
Sabtu, 16 Mei 2009
Blur (band)

In recording their follow-up, Blur (1997), the band underwent another reinvention, influenced by the lo-fi style of American indie rock bands such as Pavement. "Song 2", one of the album's singles, brought Blur brief mainstream success in the US. The last album featuring Blur's original lineup, 13 (1999) found the band members experimenting with electronic music and gospel music, as Albarn wrote more personal lyrics. In May 2002, Coxon left Blur during the recording of their seventh album Think Tank (2003). Containing electronic sounds and more minimal guitar work, the album was marked by Albarn's growing interest in hip hop and African music. Since a 2003 tour without Coxon, Blur have done no studio work or touring as a band, as members have engaged in other projects. Blur confirmed in late 2008 that the band will reunite in 2009 with Coxon back in the fold.
from wikipedia
Rhoma Irama

Pada tahun tujuh puluhan, Rhoma sudah menjadi penyanyi dan musisi ternama setelah jatuh bangun dalam mendirikan band musik, mulai dari band Gayhand tahun 1963. Tak lama kemudian, ia pindah masuk Orkes Chandra Leka, sampai akhirnya membentuk band sendiri bernama Soneta yang sejak 13 Oktober 1973 mulai berkibar. Bersama grup Soneta yang dipimpinnya, Rhoma tercatat pernah memperoleh 11 Golden Record dari kaset-kasetnya.
Berdasarkan data penjualan kaset, dan jumlah penonton film- film yang dibintanginya, penggemar Rhoma tidak kurang dari 15 juta atau 10% penduduk Indonesia. Ini catatan sampai pertengahan 1984. "Tak ada jenis kesenian mutakhir yang memiliki lingkup sedemikian luas", tulis majalah TEMPO, 30 Juni 1984. Sementara itu, Rhoma sendiri bilang, "Saya takut publikasi. Ternyata, saya sudah terseret jauh."
Rhoma Irama terhitung sebagai salah satu penghibur yang paling sukses dalam mengumpulkan massa. Rhoma Irama bukan hanya tampil di dalam negeri tapi ia juga pernah tampil di Kuala Lumpur, Singapura, dan Brunei dengan jumlah penonton yang hampir sama ketika ia tampil di Indonesia. Sering dalam konser Rhoma Irama, penonton jatuh pingsan akibat berdesakan. Orang menyebut musik Rhoma adalah musik dangdut, sementara ia sendiri lebih suka bila musiknya disebut sebagai irama Melayu.
Pada 13 Oktober 1973, Rhoma mencanangkan semboyan "Voice of Moslem" (Suara Muslim) yang bertujuan menjadi agen pembaharu musik Melayu yang memadukan unsur musik rock dalam musik Melayu serta melakukan improvisasi atas aransemen, syair, lirik, kostum, dan penampilan di atas panggung. Menurut Achmad Albar, penyanyi rock Indonesia, "Rhoma pionir. Pintar mengawinkan orkes Melayu dengan rock". Tetapi jika kita amati ternyata bukan hanya rock yang dipadu oleh Rhoma Irama tetapi musik pop, India, dan orkestra juga. inilah yang menyebabkan setiap lagu Rhoma memiiki cita rasa yang berbeda.
Bagi para penyanyi dangdut lagu Rhoma mewakili semua suasana ada nuansa agama, cinta remaja, cinta kepada orang tua, kepada bangsa, kritik sosial, dan lain-lain. "Mustahil mengadakan panggung dangdut tanpa menampilkan lagu Bang Rhoma, karena semua menyukai lagu Rhoma," begitu tanggapan beberapa penyanyi dangdut dalam suatu acara TV.
Rhoma juga sukses di dunia film, setidaknya secara komersial. Data PT Perfin menyebutkan, hampir semua film Rhoma selalu laku. Bahkan sebelum sebuah film selesai diproses, orang sudah membelinya. Satria Bergitar, misalnya. Film yang dibuat dengan biaya Rp 750 juta ini, ketika belum rampung sudah memperoleh pialang Rp 400 juta. Tetapi, "Rhoma tidak pernah makan dari uang film. Ia hidup dari uang kaset," kata Benny Muharam, kakak Rhoma, yang jadi produser PT Rhoma Film. Hasil film disumbangkan untuk, antara lain, masjid, yatim piatu, kegiatan remaja, dan perbaikan kampung.
Ia juga terlibat dalam dunia politik. Di masa awal Orde Baru, ia sempat menjadi maskot penting PPP, setelah terus dimusuhi oleh Pemerintah Orde baru karena menolak untuk bergabung dengan Golkar. Rhoma Sempat tidak aktif berpolitik untuk beberapa waktu, sebelum akhirnya terpilih sebagai anggota DPR mewakili utusan Golongan yakni mewakili seniman dan artis pada tahun 1993. Pada pemilu 2004 Rhoma Irama tampil pula di panggung kampanye PKS.
Rhoma Irama sempat kuliah di Universitas 17 Agustus Jakarta, tetapi tidak menyelesaikannya. "Ternyata belajar di luar lebih asyik dan menantang," katanya suatu saat. Ia sendiri mengatakan bahwa ia banyak menjadi rujukan penelitian ada kurang lebih 7 skripsi tentang musiknya telah dihasilkan. Selain itu, peneliti asing juga kerap menjadikannya sebagai objek penelitian seperti William H. Frederick, doktor sosiologi Universitas Ohio, AS yang meneliti tentang kekuatan popularitas serta pengaruh Rhoma Irama pada masyarakat.
Pada bulan Februari 2005, dia memperoleh gelar doktor honoris causa dari American University of Hawaii dalam bidang dangdut, namun gelar tersebut dipertanyakan banyak pihak karena universitas ini diketahui tidak mempunyai murid sama sekali di Amerika Serikat sendiri, dan hanya mengeluarkan gelar kepada warga non-AS di luar negeri. Selain itu, universitas ini tidak diakreditasikan oleh pemerintah negara bagian Hawaii.
Sebagai musisi, pencipta lagu, dan bintang layar lebar, Rhoma selama karirnya, seperti yang diungkapkan, telah menciptakan 685 buah lagu dan bermain di lebih 10 film.
Pada tanggal 11 Desember 2007, Rhoma merayakan ulang tahunnya yang ke 61 yang juga merupakan perayaan ultah pertama kali sejak dari orok, sekaligus pertanda peluncuran website pribadinya, rajadangdut.com
from wikipedia
Juan Belmonte

Juan Belmonte was the single matador that changed the style of bullfighting. Born with slightly deformed legs he could not run like other boys, or jump as they could and so when he finally began his career as a matador, he firmly planted his feet on the ground never giving way. He forced the bull to go around him, whereas others until then had jumped all over the place like circus performers.
When his doctor told him that, because of his lifelong injuries and trauma, he could no longer smoke cigars, ride his horses, drink wine or perform sexual acts with women, he decided he was ready to die. He ordered his favorite horse brought to him, took a handful of cigars, two bottles of his favorite wine and rode out to his finca where he was met by two of Sevilla's "women of the night". He smoked and drank his wine, engaging one more time in his final passions, then took his pistol and shot himself. He had told others prior to his last day that if he could not live like a man he would at least die like one.
Juan Belmonte García (April 14, 1892-April 8, 1962) was an Spanish bullfighter, considered by many the greatest matador of all time.
Born in the Triana area of Seville, Belmonte began his bullfighting career in 1908, touring around Spain in a children's bullfighting group called Los Niños Sevillanos. He killed his first bull on July 24, 1910. As an adult, his technique was unlike that of previous matadors; he stood erect and nearly motionless, and always stayed within inches of the bull, unlike previous matadors, who stayed far from the animal to avoid the horns. As a result of this daring technique, Belmonte was frequently gored, sustaining many serious wounds.
One such incident occurred during a November, 1927 bullfight in Barcelona, Spain. Belmonte was gored through his chest and pinned against a wall. Several other treadors rescued him. Among the spectators that day were the king and queen of Spain and the Infanta Beatriz.[1]
Belmonte's rivalry with Joselito (a.k.a. Gallito), another contender for the appellation "greatest matador of all time", from 1914 to 1920 is known as the Golden Age of Bullfighting. The era was tragically cut short when Joselito was fatally gored on May 16, 1920, at a bullfight in Talavera de la Reina, a small town not far from Madrid. Belmonte then had to carry alone the weight of the whole bullfighting establishment, which was to prove too much and led to the first of his two temporary retirements.
In 1919, Belmonte fought 109 corridas, a number not matched by any matador before, until the 1965 bullfight season when Manuel Benítez Pérez ("El Cordobés") performed in 111 corridas, surpassing Belmonte's record. The Mexican matador Carlos Arruza fought 108 corridas in one season but it is said that he refused to pass Belmonte's record out of respect for the maestro.
dari wikipedia
Jumat, 15 Mei 2009
Jet Li

He went on to star in many critically acclaimed martial arts epic films, most notably the Once Upon A Time In China series, in which he portrayed folk hero Wong Fei Hung. His first role in a Hollywood film was as a villain in Lethal Weapon 4 (1998), but his first Hollywood film leading role was in Romeo Must Die (2000). He has gone on to star in many Hollywood action films, most recently starring beside Jackie Chan in The Forbidden Kingdom (2008), and as the titular villain in The Mummy: Tomb Of The Dragon Emperor (2008) opposite Brendan Fraser. He is set to star in the upcoming film The Expendables.
Li Lianjie (born April 26, 1963), better known by his stage name Jet Li, is a Chinese martial artist, actor, wushu champion, and international film star. After three years of intensive training with Wu Bin, Li won his first national championship for the Beijing Wushu Team. After retiring from wushu at age 17, he went on to win great acclaim in China as an actor making his debut with the film Shaolin Temple (1982)
from wikipedia
Jackie Chan

Bintang satu ini adalah Jackie Chan memiliki nama lahir Kong-sang Chang lahir di Victoria Peak, Hong Kong, 7 April 1954. Ia adalah aktor, sutradara, stuntman dan penyanyi yang terkenal dengan kebiasaannya yang tidak pernah menggunakan pemain pengganti dalam adegan-adegan berbahaya dalam film-filmnya. Selain 'seni' perkelahian yang digunakan dalam adegan-adegannya.
Peran populernya saat memerankan Ah Keung dalam RUMBLE IN THE BRONX (1995), menyusul kemudian film-filmnya, DRUNKEN MASTER, POLICE STORY, RUMBLE IN THE BRONX, RUSH HOUR, SHANGHAI NOON, dll.
Sementara karirnya sebagai penyanyi diawali lewat album Love Me, (1984), menyusul berturut-turut Thank You (1984), A Boy's Life (1985), Shangrila (1986), Jackie Chan Sing Lung (1986), No Problem (1987), Jackie Chan (1988), First Time (1992), Dragon's Heart (1996) dan With All One's Heart (2002). Selain itu beberapa single yang menjadi sountrack filmnya, Police Story 3 (1992), Drunken Master 2 (1994), Thunderbolt (1995), Mr. Nice Guy, (1997), Mulan, (1998), dll.
Suami dari aktris kelairan Taiwan Lin Feng-Chiao atau yang juga populer dengan nama Lin Feng Chow itu, juga dikenal sebagai aktifis sosial dan telah berkeliling dunia untuk menjalankan misi perdamaiannya.
Film Jackie terbaru THE FORBIDDEN KINGDOM menjadi film laris di dunia. Film garapan sutradara Rob Minkoff itu selain menampilkan Jackie juga menempatkan Jet Li, Michael Angarano dan Yifei Liu sebagai 'tim sukses' film tersebut.
Jackie yang selalu bermain beradegan kung fu di hampir semua film-filmnnya, berbeda di film terbarunya SHINJUKU INCIDENT. Ia tidak beradegan kung fu dan juga tidak berperan sebagai sutradara sebagaimana film-film Jackie terdahulu.
http://selebriti.kapanlagi.com/jackie_chan/
Demi Moore

Born Demetria Guynes in Roswell, NM, on November 11, 1962, Moore led a troubled childhood. To call it tumultuous would be something of an understatement: along with her mother, half-brother and stepfather, she moved no less than 30 times before her adolescence, thanks to her stepfather's job as a newspaper ad salesman. The problems that went along with such an itinerant lifestyle were compounded by the dysfunctional, sometimes abusive relationship between Moore's mother and stepfather. The latter committed suicide when Moore was 15, around the time that she discovered that he was not her biological father. She dropped out of school a year later and did some modeling in Europe. When she was 18, Moore married rocker Freddy Moore; the union lasted four years, during which time the actress landed her first role playing Jackie Templeton on the TV daytime drama General Hospital.
http://www.starpulse.com/Actresses/Moore,_Demi/
Kamis, 14 Mei 2009
Bruce Willis

Ia mulai dikenal oleh masyarakat sebagai John McClane dalam serial film Die Hard. Ia juga adalah mantan suami Demi Moore.Bruce Willis (lahir 19 Maret 1955 atau Walter Bruce Willis di Idar-Oberstein, Jerman Barat) adalah aktor Amerika Serikat.
Filmografi
Tahun Judul Peran Catatan
2007 Morgan's Summit Unknown Attached, pra-produksi
Live Free or Die Hard John McClane Produser, pra-produksi
2006 Black Water Transit Earl Pike pra-produksi
Perfect Stranger Harrison Hill sedang beredar
The Astronaut Farmer Tidak diketahui sedang diproduksi
Over the Hedge RJ Voice only
Lucky Number Slevin Mr. Goodkat
16 Blocks Jack Mosley Produser
Alpha Dog Sonny Truelove sedang diproduksi
2005 Sin City John Hartigan
Hostage Jeff Talley Produser
2004 Ocean's Twelve dirinya sendiri kameo
The Whole Ten Yards Jimmy 'The Tulip' Tudeski
2003 Charlie's Angels: Full Throttle William Rose Bailey kameo
Rugrats Go Wild! Spike hanya suaranya
Tears of the Sun Lieutenant A.K. Waters
2002 Grand Champion CEO kameo
Hart's War Col. William A. McNamara
2001 Bandits Joe Blake
2000 Unbreakable David Dunn
The Kid Russell Duritz
The Whole Nine Yards Jimmy 'The Tulip' Tudeski Produser
1999 The Story of Us Ben Jordan
The Sixth Sense Dr. Malcolm Crowe
Breakfast of Champions Dwayne Hoover
Franky Goes to Hollywood dirinya sendiri Short subject
1998 The Siege Major General William Devereaux
Armageddon Harry S. Stamper
Mercury Rising Art Jeffries
1997 The Jackal The Jackal
The Fifth Element Korben Dallas
1996 Beavis and Butt-head Do America Muddy Grimes hanya suaranya
Last Man Standing John Smith
1995 Twelve Monkeys James Cole
Four Rooms Leo
Die Hard: With a Vengeance John McClane
1994 Nobody's Fool Carl Roebuck
Pulp Fiction Butch Coolidge
Color of Night Dr. Bill Capa
North Narrasi
1993 Striking Distance Tom Hardy
National Lampoon's Loaded Weapon 1 John McClane kameo
1992 Death Becomes Her Dr. Ernest Menville
The Player dirinya sendiri kameo
1991 The Last Boy Scout Joseph Cornelius 'Joe' Hallenbeck
Billy Bathgate Bo Weinberg
Hudson Hawk Eddie 'Hudson Hawk' Hawkins
Mortal Thoughts James Urbanski
1990 The Bonfire of the Vanities Peter Fallow
Look Who's Talking Too Mikey hanya suaranya
Die Hard 2 John McClane
1989 Look Who's Talking Mikey hanya suaranya
In Country Emmett Smith
That's Adequate dirinya sendiri kameo
1988 Die Hard John McClane
Sunset Tom Mix
The Return of Bruno Bruno Radolini
1987 Blind Date Walter Davis
1985 A Guru Comes 'Tidak diketahui Ekstra
1982 The Verdict Courtroom Observer Extra
1980 The First Deadly Sin Tidak diketahui Ekstra
from wikipedia
Hulk Hogan

Bollea had mainstream popularity in the mid 1980s through the early 1990s as the all-American, working-class hero character Hulk Hogan in the World Wrestling Federation (WWF—now World Wrestling Entertainment), and was notable in the mid-to-late 1990s as "Hollywood" Hogan, a villainous nWo leader, in World Championship Wrestling (WCW). Following WCW's fold, he made a brief return to the WWE in the early 2000s, revising his heroic character by combining elements of his two most famous personas.
Bollean was later inducted into the WWE Hall of Fame in 2005 and is officially a twelve-time World Heavyweight Champion: a six-time WWF/E Champion[7] and a six-time WCW Champion[8] as well as a former one time Tag Team Champion with Edge.[9][10] He was also the winner of the Royal Rumble in 1990 and 1991.
from wikipedia
sharukhan

: Shah Rukh Khan
Petname
: Sharu, The Rukhster
Address
: 603, Amrit Bandra (west), Mumbai 400050
Date of Birth
: 2nd November, 1965
Height
: 5' 8"
Family
: Wife - Gauri, Two children - Aryan and Suhana, Father - Late Mr Taj Mohammed, Mother - Late Fatima Begum, Sister - Shenaz
Hobbies
: Playing computer games
Debut Film
: Dil Aashna Hai (1991)
Amitabachan

Sarkar Raj’ starring Amitabh Bachchan, Abhishek and his wife Aishwarya Rai, got a mixed response, but Jaya loved it.
‘Varma was asked this question at a press conference in Bangkok and he said he has not thought about it. But Jaya in a rare reaction has urged him that he must do a part three, as did a few others. I personally feel he should not. Better for people to say ‘why not’ than ‘why did you’, ‘ Amitabh told.
Incidentally, she is the most outspoken Bachchan of the family who didn’t think Varma’s remaking ‘Sholay’ was a good idea and who was vocal of her opposition to tampering with an invincible classic.
And now Jaya is excited by the idea of a trilogy in the ‘Sarkar’ series. The latest political thriller ends with the death of Abhishek’s character.
The third part would probably show the senior Bachchan taking charge of the family empire again, with his elder son’s child manoeuvring the Nagre empire by his grandpa’s side. Kay Kay Menon played the elder son in the first part.
Incidentally, the director had thought about another sequel even while ‘Sarkar Raj’ was in post-production.
Rabu, 13 Mei 2009
Bruce Lee

bruce lee (Jeet Kune Do)
1. Air adalah zat terlembut yang ada didunia ini, tapi ia dapat melebur batu yang paling keras sekalipun, seperti batu granit. Air itu juga kokoh, maksudnya air tidak dapat mungkin digenggam. Siapapun tak dapat memukul atau menghancurkan air. Semua Kung Fu mencoba melakukan seperti itu. Lembut seperti air tapi sesuai untuk menghadapi lawan.
2. Jangan gunakan jalan sebagai jalan,jangan punyai batas sebagai batas
3. Menyelesaikan sendiri segala permasalahan, mengembangkan diri dan kepercayaan diri untuk membebaskan dari rantai batas
4. Rahasia sukses seni bela diri adalah kemauan berlatih keras untuk meningkatkan kemapuan
5. Kosongkan pikiran, hilangkan bentuk seperti air
D (Jeet Kune Do)
1. Air adalah zat terlembut yang ada didunia ini, tapi ia dapat melebur batu yang paling keras sekalipun, seperti batu granit. Air itu juga kokoh, maksudnya air tidak dapat mungkin digenggam. Siapapun tak dapat memukul atau menghancurkan air. Semua Kung Fu mencoba melakukan seperti itu. Lembut seperti air tapi sesuai untuk menghadapi lawan.
2. Jangan gunakan jalan sebagai jalan,jangan punyai batas sebagai batas
3. Menyelesaikan sendiri segala permasalahan, mengembangkan diri dan kepercayaan diri untuk membebaskan dari rantai batas
4. Rahasia sukses seni bela diri adalah kemauan berlatih keras untuk meningkatkan kemapuan
5. Kosongkan pikiran, hilangkan bentuk seperti air
Bruce Jun Fan Lee (Hanzi: 李振藩; Pinyin: Lǐ Zhènfán; 27 November 1940 – 20 Juli 1973) adalah aktor bela diri Amerika Serikat kelahiran Tiongkok.
dari wikipedia
Benyamin Sueb

Awal karir Benyamin Sueb
Kesuksesan dalam dunia musik diawali dengan bergabungnya Benyamin dengan satu grup Naga Mustika. Grup yang berdomisili di sekitar Cengkareng inilah yang kemudian mengantarkan nama Benyamin sebagai salah satu penyanyi terkenal di Indonesia.
[sunting] Duet dengan Ida Royani
Selain Benyamin, kelompok musik ini juga merekrut Ida Royani untuk berduet dengan Benyamin. Dalam perkembangannya, duet Benyamin dan Ida Royani menjadi duet penyanyi paling popular pada zamannya di Indonesia. Bahkan lagu-lagu yang mereka bawakan menjadi tenar dan meraih sukses besar. Sampai-sampai Lilis Suryani salah satu penyanyi yang terkenal saat itu tersaingi.
Orkes Gambang Kromong Naga Mustika dilandasi dengan konsep musik Gambang Kromong Modern. Unsur-unsur musik modern seperti organ, gitar listrik, dan bass, dipadu dengan alat musik tradisional seperti gambang, gendang, kecrek, gong serta suling bambu.
Setelah Orde Lama tumbang, yang ditandai dengan munculnya Soeharto sebagai presiden kedua, musik Gambang Kromong semakin memperlihatkan jatidirinya. Lagu seperti Si Jampang (1969) sukses di pasaran, dilanjutkan dengan lagu Ondel-Ondel (1971).
Lagu-lagu lainnya juga mulai digemari. Tidak hanya oleh masyarakat Betawi tetapi juga Indonesia. Kompor Mleduk, Tukang Garem, dan Nyai Dasimah adalah sederetan lagunya yang laris di pasaran. Terlebih setelah Bang Ben berduet dengan Bing Slamet lewat lagu Nonton Bioskop, nama Benyamin menjadi jaminan kesuksesan lagu yang akan ia bawakan.
[sunting] Paska duet dengan Ida Royani
Setelah Ida Royani hijrah ke Malaysia tahun 1972, Bang Ben mencari pasangan duetnya. Ia menggaet Inneke Koesoemawati dan berhasil merilis beberapa album, di antaranya "Nenamu" dengan tembang andalan seperti Djanda Kembang, Semut Djepang, Sekretaris, Penganten Baru dan Pelajan Toko.
[sunting] Dunia film
Lewat popularitas di dunia musik, Benyamin mendapatkan kesempatan untuk main film. Kesempatan itu tidak disia-siakan. Beberapa filmnya, seperti Banteng Betawi (1971), Biang Kerok (1972), Intan Berduri serta Si Doel Anak Modern (1976) yang disutradari Syumanjaya, semakin mengangkat ketenarannya. Dalam Intan Berduri, Benyamin mendapatkan piala Citra sebagai Pemeran Utama Terbaik.
[sunting] Akhir karir
Pada akhir hayatnya, Benyamin juga masih bersentuhan dengan dunia panggung hiburan. Selain main sinetron/film televisi (Mat Beken dan Si Doel Anak Sekolahan) ia masih merilis album terakhirnya dengan grup Rock Al-Haj bersama Keenan Nasution. Lagu seperti Biang Kerok serta Dingin-dingin menjadi andalan album tersebut.Meninggal dunia
Benyamin yang telah empat belas kali menunaikan ibadah haji ini meninggal dunia setelah koma beberapa hari seusai main sepak bola pada tanggal 5 September 1995, akibat serangan jantung. Benyamin dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta. Ini dilakukan sesuai wasiat yang dituliskannya, agar dia dimakamkan bersebelahan dengan makam Bing Slamet yang dia anggap sebagai guru, teman, dan sosok yang sangat mempengaruhi hidupnya.
from wikipedia
Warkop DKI
Trio DKI adalah grup lawak yang dibentuk oleh Nanu (nama asli Nanu Mulyono), Rudy Badil, Dono (Wahjoe Sardono), Kasino (Kasino Hadiwibowo) dan Indro (Indrodjojo Kusumonegoro). Nanu, Rudy, Dono dan Kasino adalah mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Jakarta sedangkan Indro kuliah di Universitas Pancasila Jakarta. Mereka pertama kali meraih kesuksesan lewat acara Obrolan Santai di Warung Kopi yang merupakan garapan dari Temmy Lesanpura, Kepala Bagian Programming Radio Prambors. Acara lawakan setiap Jumat malam antara pukul 20.30 hingga pukul 21.15, disiarkan oleh radio Prambors yang bermarkas di kawasan Mendut, Prambanan, Borobudur, alias Menteng Pinggir.
Sejarah berdirinya warkop
Ide awal obrolan Warkop Prambors berawal dari dedengkot radio Prambors, Temmy Lesanpura. Radio Prambors meminta Hariman Siregar, dedengkot mahasiswa UI untuk mengisi acara di Prambors. Hariman pun menunjuk Kasino dan Nanu, sang pelawak di kalangan kampus UI untuk mengisi acara ini. Ide ini pun segera didukung oleh Kasino, Nanu, dan Rudy Badil, lalu disusul oleh Dono dan Indro.
Rudy yang semula ikut Warkop saat masih siaran radio, tak berani ikut Warkop dalam melakukan lawakan panggung, karena demam panggung (stage fright). Untuk hal itu, Rudy mengaku "Pernah sekali saya coba di panggung TIM, saya menyadari bahwa saya tidak mampu. Setelah itu ya nggak usah saja,"
Dono pun awalnya saat manggung beberapa menit pertama mojok dulu, karena masih malu dan takut. Setelah beberapa menit, barulah Dono mulai ikut berpartisipasi dan mulai kerasan, hingga akhirnya terus menggila hingga akhir durasi lawakan. Indro adalah anggota termuda, saat anggota Warkop yang lain sudah menduduki bangku kuliah, Indro masih pelajar SMA.
Pertama kali Warkop muncul di pesta perpisahan (kalau sekarang prom nite) SMP IX yang diadakan di Hotel Indonesia. Semua personil gemetar, alias demam panggung, dan hasilnya hanya bisa dibilang lumayan saja, tidak terlalu sukses. Namun peristiwa di tahun 1976 itulah pertama kali Warkop menerima honor yang berupa uang transport sebesar Rp 20.000. Uang itu dirasakan para personil Warkop besar sekali, namun akhirnya habis untuk menraktir makan teman-teman mereka.
Berikutnya mereka manggung di Tropicana. Sebelum naik panggung, kembali seluruh personel komat-kamit dan panas dingin, tapi ternyata hasilnya kembali lumayan.
Baru pada acara Terminal Musikal (asuhan Mus Mualim), grup Warkop Prambors baru benar-benar lahir sebagai bintang baru dalam dunia lawak Indonesia. Acara Terminal Musikal sendiri tak hanya melahirkan Warkop tetapi juga membantu memperkenalkan grup PSP (Pancaran Sinar Petromaks), yang bertetangga dengan Warkop. Sejak itulah honor mereka mulai meroket, sekitar Rp 1.000.000 per pertunjukan atau dibagi empat orang, setiap personil mendapat no pek go ceng (Rp 250.000).
Mereka juga jadi dikenal lewat nama Dono-Kasino-Indro atau DKI (yang merupakan pelesetan dari singkatan Daerah Khusus Ibukota). Ini karena nama mereka sebelumnya Warkop Prambors memiliki konsekuensi tersendiri. Selama mereka memakai nama Warkop Prambors, maka mereka harus mengirim royalti kepada Radio Prambors sebagai pemilik nama Prambors. Maka itu kemudian mereka mengganti nama menjadi Warkop DKI, untuk menghentikan praktek upeti itu.
[sunting] Personil
Warkop DKI: (kiri ke kanan) Indro, Kasino, Dono.
Dari semua personil Warkop, mungkin Dono lah yang paling intelek, walau ini agak bertolak belakang dari profil wajahnya yang 'ndeso' itu. Dono bahkan setelah lulus kuliah menjadi asisten dosen di FISIP UI tepatnya jurusan Sosiologi. Dono juga kerap menjadi pembawa acara pada acara kampus atau acara perkawinan rekan kampusnya. Kasino juga lulus dari FISIP. Selain melawak, mereka juga sempat berkecimpung di dunia pencinta alam. Hingga akhir hayatnya Nanu, Dono, dan Kasino tercatat sebagai anggota pencinta alam Mapala UI.
dari wikipedia
Mr. Bean

Dalam serial ini Atkinson berperan menjadi seorang lelaki lucu, egois, dan banyak akal yang sering menghadapi situasi konyol karena ulah dan perbuatannya.
Humor dalam acara ini lebih bersifat fisikal (lawan dari verbal). Karakter utama jarang berbicara atau bahkan tidak berbicara sama sekali dalam sebagian besar episode. Acara ini mempertunjukkan bagaimana Mr. Bean berusaha melakukan kegiatan sederhana, seperti pergi berenang, mendekorasi apartemennya, atau mengerjakan ujian. Salah satu aksi Mr. Bean, yang konon paling disukai oleh penggemarnya, adalah ketika kepalanya terjepit di dalam seekor kalkun raksasa ketika ia berusaha membumbuinya. Kelucuan biasanya muncul ketika ia menerapkan solusinya sendiri terhadap berbagai masalah tanpa menghiraukan orang lain.
Mr. Bean adalah satu-satunya karakter yang berarti dalam acara ini (selain Teddy, beruang teddy kesayangannya) sedangkan karakter lain hanyalah sebagai pembanding terhadap berbagai keanehan yang dilakukannya. Selain Mr. Bean, hanya ada 2 pemeran pembantu yang muncul berulang; Irma Gobb, kekasihnya (diperankan oleh Matilda Ziegler) dan sebuah mobil roda tiga Reliant Regal Supervan warna biru muda (bila dapat dianggap sebagai karakter karena pengemudinya selalu anonim). Kadang kala, Angus Deayton, salah seorang penulis naskah acara ini, muncul dalam acara ini sebagai karakter tambahan dengan peran tidak tetap.
Mr. Bean adalah serial komedi televisi dari Inggris yang dibintangi oleh Rowan Atkinson. Program ini diproduksi oleh Tiger Television, yang kemudian berganti nama menjadi Tiger Aspect (perusahaan di mana Atkinson menanam sahamnya), untuk Thames Television dan awalnya hanya disiarkan di ITV. Di Amerika Serikat,
Adegan pembuka acara ini (digunakan mulai dari episode kedua dan seterusnya) menggambarkan Mr. Bean jatuh dari langit dalam sinaran cahaya. Banyak teori mengenai arti dari adegan ini, mulai dari kemungkinan Mr. Bean adalah alien, malaikat yang dikirim ke dunia, atau manusia yang telah mengalami penculikan oleh alien (abduction) yang kemudian mengalami berbagai kejadian aneh. Tetapi para produser serial ini berpendapat bahwa adegan tersebut bermaksud menunjukkan bahwa Mr. Bean adalah manusia biasa yang tiba-tiba menjadi pusat perhatian (tetapi serial animasinya memberikan artian yang lebih jelas). Apapun arti dari adegan itu, yang jelas Mr. Bean adalah karakter yang tampak sendirian di dunia, kekanakan, dan kadang terlihat tidak memahami aspek-aspek dasar yang bekerja di dunia.
Rabu, 29 April 2009
OASIS

Kapanlagi.com - MGMT, Muse, Kings of Leon, dan Oasis adalah nama-nama tenar di antara barisan pemenang Shockwaves NME Awards yang digelar di London, Rabu (25/02) malam.
Duo asal Brooklyn, MGMT, menggondol dua piala dari kategori Lagu Terbaik untuk Time to Pretend dan kategori Band Baru Terbaik.
Oasis dimahkotai penghargaan sebagai Band Inggris Terbaik. Penghargaan ini sudah keempat kalinya sepanjang karir band asal Manchester ini. Sayangnya, band rock Inggris itu tidak bisa datang di acara yang dilangsungkan di O2 Brixton Academy itu. Namun mereka telah mempersiapkan sebuah video penerimaan yang menunjukkan anggota band Oasis bersama Russell Brand.
Kebalikan dari itu, band kesukaan remaja, Jonas Brothers, dinobatkan sebagai band terburuk.
Inilah daftar pemenang selengkapnya:
Best British Band: Oasis
Best International Band: The Killers
Best Solo Artist: Pete Doherty
Best New Band: MGMT
Best Live Band: Muse
Best Album: ONLY BY THE NIGHT milik Kings Of Leon
Best Track: Time To Pretend milik MGMT
Best Video: My Mistakes Were Made For You milik The Last Shadow Puppets
Best Dancefloor Filler: Dance Wiv Me milik Dizzee Rascal
Worst Album: A LITTLE BIT LONGER milik Jonas Brothers
Worst Band: Jonas Brothers
Best Event: Glastonbury
Best DVD: AT THE APOLLO milik Arctic Monkeys
Outstanding Contribution to Music: Elbow
Philip Hall Radar Award: The Big Pink
Best Band Blog: Noel Gallagher/Oasis
Sexiest Male: Matt Bellamy
Sexiest Female: Hayley Williams
Hero Of The Year: Barack Obama
Villain Of The Year: George W. Bush
Best Dressed: Alexa Chung
Worst Dressed: Amy Winehouse
Best TV: THE MIGHTY BOOSH
Best Website: YouTube
Best Venue: London Astoria
Best Album Artwork: Muse for HAARP
Godlike Genius Award: The Cure (ctm/npy)
Lihat Profil: Oasis, Jonas Brothers, Muse, The Killers, Pete Doherty, Arctic Monkeys
from http://www.kapanlagi.com
Sabtu, 25 April 2009
Elvis Presley





Elvis Aaron Presley (8 Januari 1935–16 Agustus 1977) adalah seorang penyanyi rock 'n' roll legendaris Amerika Serikat. Ia juga adalah seorang produser musik dan aktor. Julukannya adalah "Raja Rock 'n' Roll". Berkat lagu-lagunya yang memadukan irama rock 'n' roll dengan lagu-lagu ballad, dunia rock 'n' roll memperoleh fondasi komersial yang selanjutnya dapat dikembangkan musisi rock 'n' roll penerusnya. Pada masa kejayaannya, konser-konser Elvis dihadiri massa (kebanyakan remaja) dalam jumlah yang sangat besar. Gaya, sifat, serta cara berpakaiannya menjadi simbol bagi musik rock 'n' roll dan banyak ditiru penggemarnya.
Awal hidup dan karir
Elvis Presley by Bottelho
Lahir di East Tupelo, Mississippi, dari pasangan Vernon Elvis Presley dan Gladys Love Smith, Elvis tumbuh besar di Memphis, Tennessee. Ia mulai bermain gitar dan bermain di beberapa acara di pusat-pusat perbelanjaan. Saat duduk di bangku sekolah menengah, ia bekerja menjadi supir truk bagi sebuah perusahaan listrik.
Pada musim panas pada tahun 1953, Elvis membayar $4 untuk merekam dua buah lagu di perusahaan rekaman Sun Studios sebagai hadiah ulang tahun bagi ibunya. Pendiri Sun, Sam Phillips, tertarik pada suaranya dan memanggilnya pada Juni 1954 untuk mengisi posisi penyanyi ballad yang sedang kosong. Sesi rekaman tersebut, yang dilakukan bersama dua musisi setempat, Scotty Moore dan Bill Black, awalnya tidak produktif, namun saat sedang istirahat dalam sebuah sesi rekaman pada 5 Juli 1954, Elvis mulai menyanyikan lagu blues karya Arthur Crudup berjudul That's All Right. Versi Elvis disukai Phillips dan diputarkan di radio di Memphis dan segera menjadi hit di daerah tersebut. Sejak itu ia mulai melakukan tur ke berbagai tempat, termasuk ke luar Tennessee.
[sunting] Manajemen baru
Pada 16 Oktober 1954, ia tampil dalam siaran radio Louisiana Hayride dan menjadi hit bagi pendengar dalam jumlah yang besar. Ia kemudian menandatangani sebuah kontrak satu tahun dan bertemu dengan Tom Parker, yang kelak menjadi manajernya. Hampir setahun kemudian, Tom Parker mengambil alih seluruh tugas sebagai manajer Elvis dan tak lama kemudian, berhasil mendapatkan persetujuan kontrak dengan RCA Records bagi Elvis. Elvis juga menandatangani kontrak Hollywood. Melalui syarat-syarat dalam kontrak, Parker membangun nilai komersial serta citra Elvis yang menguntungkan, contohnya melalui lisensi penggunaan citra Elvis dalam segala macam produk, dari peralatan dapur hingga gitar.
Pada Desember 1957, Elvis dipanggil untuk ikut tugas militer dengan Angkatan Bersenjata AS. Ia resmi masuk Angkatan Bersenjata pada 24 Maret 1958, kemudian ditugaskan di Jerman, dan dilepas tugaskan dengan hormat dua tahun kemudian. Sekembalinya dari wajib militer, karya Elvis mengalami penurunan dari segi kesuksesan, di mana salah satu penyebabnya adalah bangkitnya musik Britania/Inggris (British Invasion; The Beatles, The Rolling Stones, dan lain-lain).
[sunting] Comeback dan kematian
Tempat tinggal Elvis, Graceland.
Ia melakukan comeback yang sukses melalui penampilan televisi pada 3 Desember 1968 berjudul '68 Comeback Special. Karir musiknya yang sempat meredup akibat "diganggu" profesi lainnya sebagai aktor dan juga hilangnya peranan dia dalam memilih jenis lagu yang ia mainkan, kembali bersinar setelah ia mendapatkan kesempatan dalam acara tersebut untuk bermain dalam jalur yang paling ia sukai, rock 'n' roll. Pada tahun berikutnya, ia memulai penampilan live yang laris di berbagai tempat, diawali dari Las Vegas dan kemudian berlanjut ke sepanjang negara. Antara tahun 1969 dan 1977, ia tampil dalam 1.000 acara yang tiketnya terjual habis.
Akibat kecanduan obat-obat dokter seperti obat tidur, kesehatannya dan penampilannya mengalami penurunan pada sekitar pertengahan 1970-an. Ia tampil untuk terakhir kalinya dalam sebuah konser di Market Square Arena di Indianapolis, Indiana pada 26 Juni 1977.
Pada 16 Agustus 1977, Elvis ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Graceland di Memphis akibat serangan jantung. Saat itu ia berusia 42 tahun.
[sunting] Kekasih dan istri
Elvis pernah menjalani hubungan cinta dengan beberapa wanita. Salah satunya, Priscilla, kemudian menjadi istrinya (menikah pada 1967 dan cerai pada 1972). Beberapa wanita lainnya dalam hidupnya:
* Dixie Locke, salah satu pacar terawalnya
* Anita Wood, pacar Elvis sebelum ia wajib militer di Jerman
* Ann-Margret, aktris
* Linda Thompson, putri kecantikan
* Ginger Alden, pacar terakhirnya
[sunting] Film
Elvis tampil dalam 31 buah film yang diawali dengan Love Me Tender pada tahun 1956. Umumnya film-film tersebut adalah film musikal yang dibuat berdasarkan lagu-lagu Elvis. Penampilannya dalam dunia film juga menandai transisi dari penyanyi rock 'n' roll menjadi penghibur bercitra baik yang dapat diterima penonton dari semua usia.
Film-filmnya yang dianggap terbaik oleh para kritikus termasuk Jailhouse Rock (1957), King Creole (1958), dan Flaming Star (1960
from http://id.wikipedia.org/wiki/Elvis_Presley
LUDWIG VAN BEETHOVEN





Raja di raja pencipta musik Ludwig van Beethoven keluar jadi jabang bayi tahun 1770 di kota Bonn, Jerman. Semasa kanak-kanak sudah tampak jelas bakat musiknya yang luar biasa dan buku musik ciptaannya muncul pertama kali tahun 1783. Di usia remaja dia berkunjung ke Wina dan diperkenalkan kepada Mozart tetapi perjumpaan keduanya berlangsung singkat. Tahun 1792 Beethoven kembali ke Wina dan sebentar dia belajar musik dengan Haydn yang kala itu pencipta musik Wina kesohor (Mozart mati setahun sebelumnya). Beethoven menetap di Wina, Mekkahnya musik waktu itu, selama sisa hidupnya. Rasa musik Beethoven yang tinggi selaku pemain piano mengesankan tiap pendengamya dan dia berhasil baik selaku pemain maupun guru. Segera dia menjadi pencipta musik yang produktif juga. Karyanya dapat sambutan baik. Sejak umur pertengahan dua puluhan ke atas, dia sudah mampu menerbitkan dan menjual buku ciptaan musiknya tanpa kesulitan apa pun.
Ketika Beethoven berumur di ujung dua puluhan, tanda-tanda ketuliannya mulai tampak. Tak pelak lagi gejala ini amat merisaukan si komponis muda. Tuli buat seorang pencipta musik betul-betul suatu malapetaka. Suatu ketika timbul keinginannya mau bunuh diri saja.
Tahun-tahun antara 1802-1815 sering dianggap masa pertengahan karier Beethoven. Pada masa istirahat itu, akibat ketuliannya menghebat, dia mulai mundur dari pergaulan masyarakat. Ketunarunguannya ini membuat orang punya kesan tidak yakin bahwa Beethoven memang betul-betul anti manusia, anti masyarakat, benci bergaul. Dia terlibat dengan percintaan yang kerap dengan gadis-gadis muda tetapi tampaknya semua hubungan ini berakhir tak bahagia dan tak pernah beristeri.
Karya musik Beethoven sendiri menggila produktifnya. Tahun-tahun terus berjalan namun perhatian yang diterimanya makin lama makin susut yang mestinya populer buat seorang komponis seperti dia di jaman itu. Tetapi, kesuksesannya menanjak terus.
Pada usia empat puluhan Beethoven menjadi seratus persen pekak. Akibatnya, dia tak pernah lagi tampil di muka umum dan semakin menjauhi masyarakat. Hasil karyanya semakin sedikit dan semakin sulit di fahami. Sejak itu dia mencipta terutama buat dirinya sendiri dan beberapa pendengar yang punya ideal masa depan. Dia pernah bilang kepada seorang kritikus musik, "Ciptaanku ini bukanlah untukmu tetapi untuk masa sesudahmu."
Ini merupakan ironi yang kejam dari sebuah nasib bahwa seorang komponis paling berbakat sepanjang jaman harus tertimpa musibah ketulian semacam itu. Kalau saja Beethoven dengan kekuatan tekad non-manusiawi -- dalam ketuliannya itu-- terus tetap menjaga mutu komposisi musiknya, ini akan merupakan hal yang memukau dan brilian. Tetapi, kenyataan lebih mengherankan lagi ketimbang yang dibayangkan dalam masa tahun-tahun ketulian totalnya, Beethoven melakukan ciptaan tidak sekedar setarap dengan apa yang dihasilkan sebelumnya, melainkan umumnya dianggap merupakan hasil karya terbesarnya. Dia meninggal di Wina tahun 1827 pada usia lima puluh tujuh tahun.
Karya Beethoven yang banyak itu termasuk 9 simfoni, 32 sonata piano, 5 piano concerto, 10 sonata untuk piano dan biola, serangkaian kuartet gesek yang menakjubkan, musik vokal, musik teater, dan banyak lagi. Tetapi, yang lebih penting dari jumlah ciptaannya adalah segi kualitasnya. Karyanya merupakan kombinasi luar biasa dari kedalaman perasaan dengan kesempurnaan tata rencana. Beethoven memperagakan bahwa musik instrumental tak bisa lagi dianggap cuma punya nilai seni nomor dua. Ini dibuktikan dari komposisi yang disusunnya yang telah mengangkat musik instrumental itu ke tingkat nilai seni yang amat tinggi.
Naskah asli Ludwig van Beethoven.
Beethoven benar-benar seorang pencipta orisinal yang jempolan dan banyak perubahan-perubahan yang dilakukan dan diperkenalkannya mempunyai pengaruh yang abadi. Dia memperluas ukuran sebuah orkestra. Dia menambah panjangnya simfoni dan memperluas daya jangkaunya. Dengan mendemonstrasikan kemungkinan yang hampir tak terbatas yang bisa dihasilkan oleh piano, dia membantu menjadikan piano itu instrumen musik yang paling terkemuka. Beethoven membuka babak transisi dari musik klasik ke musik bergaya romantik dan karyanya merupakan sumber ilham untuk gaya romantik.
Dia menanamkan daya pengaruh yang menghunjam pada diri komponis-komponis yang muncul belakangan, termasuk tokoh-tokoh yang memiliki gaya berbeda seperti Brahms, Wagner, Schubert dan Tchaikovsky. Dia juga merintis jalan buat Berlioz, Gustav Mahler, Richard Strauss dan banyak lagi lainnya.
Nyata benar, Beethoven mesti ditempatkan di atas musikus mana pun dalam daftar urutan buku ini. Meski Johann Sebastian Bach nyaris punya keistimewaan setara, karya Beethoven lebih luas dan lebih sering didengar ketimbang ciptaan Bach. Lebih dari itu, sejumlah penyempurnaan yang dilakukan Beethoven lebih punya pengaruh mendalam terhadap perkembangan musik selanjutnya ketimbang hasil karya Bach.
Secara umum, ide etik dan politik lebih gampang dijabarkan dengan kata-kata daripada musik dan kesusasteraan. Punya ruang lingkup pengaruh yang lebih luas dari pada musik. Atas dasar pertimbangan inilah Beethoven --meski tokoh jempolan dalam sejarah musik-- ditempatkan dalam urutan lebih rendah ketimbang Shakespeare. Dalam hal membandingkan antara Beethoven dan Michelangelo, saya amat terpengaruh dengan kenyataan bahwa umumnya orang lebih banyak gunakan waktu mendengarkan musik daripada memandang lukisan atau patung pahatan, dan atas dasar alasan ini pula saya pikir komponis-komponis musik umumnya lebih berpengaruh dibanding pelukis atau pemahat yang kemasyhurannya dalam lapangan masing-masing setara. Walhasil, tampaknya cukup layak menempatkan Beethoven pada urutan antara Shakespeare dan Michelangelo.
from http://media.isnet.org
Sir Charles Spencer Chaplin

Sir Charles Spencer Chaplin, Jr. KBE (lahir di East Street, Walworth, London, 16 April 1889 – wafat di Vevey, Swiss, Swiss, 25 Desember 1977 pada umur 88 tahun), atau Charlie Chaplin, adalah aktor komedi Inggris yang merupakan salah satu pemeran film terkenal dalam sejarah Hollywood di era film hitam putih, sekaligus sutradara film yang sukses. Aktingnya di layar perak menjadikan Charlie Chaplin sebagai salah satu artis pantomim dan badut terbaik yang sering dijadikan panutan bagi seniman di bidang yang sama.
Chaplin adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dan paling kreatif di era film bisu. Di dalam film-filmnya, Chaplin dikenal suka merangkap-rangkap, mulai dari peran utama, sutradara, penulis naskah, hingga pengisi ilustrasi musik. Karir di dunia hiburan berlangsung selama 65 tahun, dirintisnya sebagai pemeran cilik di panggung zaman Victoria dan pertunjukan komedi music hall di Inggris, dan terus berkarya hingga sebelum meninggal di usia 88 tahun. Kehidupan Chaplin penuh pasang surut, mulai dari masa kecil yang dibalut kemiskinan, hingga tiba di puncak ketenaran bintang Hollywood sekaligus simbol budaya. Kehidupan pribadinya yang gemerlap mengundang banyak sanjungan sekaligus kontroversi.
Di dalam film-filmnya, Chaplin sering memerankan karakter "The Tramp", seorang gelandangan berpotongan kumis petak yang memiliki etiket dan martabat seorang bangsawan. Kostum berupa jas kesempitan, celana panjang yang kebesaran, serta ke mana-mana membawa tongkat dan memakai topi tinggi.
Masa kecil
Charlie Chaplin lahir tanggal 16 April 1889 di East Street, daerah pasar yang ramai di Walworth, sebelah selatan kota London. Kedua orang tuanya yang bekerja sebagai artis penghibur pertunjukan komedi music hall bercerai sebelum Chaplin menginjak usia 3 tahun.
Menurut data sensus tahun 1891, Chaplin tinggal bersama kakak dan ibunya yang bernama Hannah di Barlow Street, Walworth. Sewaktu masih kanak-kanak, ibunya mengajak Chaplin tinggal berpindah-pindah di sekitar Kennington Road, kawasan Lambeth, London.
Ayah kandungnya yang bernama Charles Chaplin Senior adalah keturunan orang Roma, seorang peminum dan hanya sekali-kali saja menghubungi putranya. Ketika ibunya sedang sakit, Chaplin sempat dititipkan di rumah sang ayah yang ketika itu tinggal bersama seorang wanita simpanan. Rumah tersebut ada di 287 Kennington Road, dan sekarang terdapat plakat peringatan yang menyatakan Charlie Chaplin pernah tinggal di sana.
Ketika masih berusia 12 tahun, Chaplin ditinggalkan sang ayah untuk selama-lamanya. Chaplin dan kakak sekandung lain bapak yang bernama Sydney Chaplin menjadi tanggung jawab sang ibu, Hannah Chaplin. Malang tidak bisa ditolak, ibu Chaplin menderita Skizofrenia dan akhirnya harus dirawat di rumah sakit jiwa Cane Hill di Coulsdon.
Chaplin terpaksa tinggal di rumah penampungan orang miskin, bekerja untuk imbalan makan dan tempat berteduh di kawasan Lambeth, London. Setelah tinggal di sana beberapa minggu, Chaplin dimasukkan sekolah asrama penampungan anak terlantar bernama Central London District School di Hanwell.
Kakak-beradik Chaplin berjuang bahu-membahu agar bisa bertahan hidup. Chaplin bersaudara tertarik tampil dalam pertunjukan komedi Music Hall di usia yang sangat dini, dan ternyata keduanya memiliki bakat akting alami. Masa kecil Chaplin yang dikungkung kemelaratan nantinya sangat berpengaruh terhadap karakter yang diperankan dan tema film yang dibuatnya.
Tanpa diketahui Chaplin bersaudara, sang ibu ternyata masih memiliki seorang putra bernama Wheeler Dryden yang dibesarkan ayah kandungnya di luar negeri. Wheeler Dryden, adik sekandung Chaplin ini nantinya bergabung dengan Chaplin bersaudara, dan bekerja untuk studio Chaplin di Hollywood.
Di tahun 1928, ibu Chaplin wafat di Hollywood, setelah 7 tahun tinggal di Amerika Serikat atas ajakan ketiga putranya yang sudah sukses.
[sunting] Dunia panggung
Chaplin pertama kali naik panggung di tahun 1894 sewaktu masih berusia 5 tahun. Tanpa persiapan sebelumnya, di sebuah teater di Aldershot, Chaplin secara mendadak diminta menggantikan ibunya. Sewaktu masih kecil, Chaplin sakit keras dan harus berbaring di tempat tidur selama berminggu-minggu. Di malam hari, ibunya duduk di bingkai jendela, bercerita sambil mendramatisasi kejadian pada hari itu. Chaplin pertama kali naik panggung dengan mendapatkan bayaran setelah bergabung dengan kelompok penari The Eight Lancashire Lads yang mementaskan pertunjukan music halls di Britania. Di tahun 1900, berkat bantuan Sydney (kakak sekandungnya), Chaplin yang waktu itu berusia 11 tahun mendapat peran sebagai kucing jenaka dalam pantomim Cinderella di London Hippodrome. Di tahun 1903, Chaplin tampil dalam Jim: A Romance of Cockayne, diikuti peran rutinnya sebagai Billy anak pengantar koran dalam Sherlock Holmes yang terus dijalani hingga tahun 1906. Chaplin tampil berikutnya dalam acara variety Casey's Court Circus, dan tahun berikutnya sebagai badut dalam kelompok komedi slapstik Fun Factory di bawah asuhan Fred Karno.
[sunting] Pertunjukan di Amerika
Chaplin pertama kali ke Amerika mengikuti pertunjukan keliling kelompok asuhan Fred Karno dari tahun 1910 hingga 1912. Setelah balik ke Inggris dan berada di sana selama 5 bulan, Chaplin kembali berangkat ke Amerika dan tiba di sana tanggal 2 Oktober 1912. Kedatangan Chaplin yang kedua di Amerika juga masih bersama kelompok Fred Karno. Arthur Stanley Jefferson yang kemudian dikenal sebagai Stan Laurel turut serta dalam rombongan dan menjadi teman sekamar Chaplin di asrama. Laurel akhirnya pulang ke Inggris, tapi Chaplin tetap bertahan di Amerika. Di akhir tahun 1913, produser film Mack Sennett terkesan dengan akting Chaplin yang waktu itu sedang bermain untuk rombongan Karno. Sennet mengontrak Chaplin yang setuju untuk bermain dalam film-film yang diproduksi studio Keystone Film. Film pendek Making a Living, komedi satu reel yang dirilis 2 Februari 1914 merupakan penampilan pertama Chaplin di layar perak.
[sunting] Perintis dunia sinema
Kid Auto Races in Venice (1914). Film kedua Chaplin dan debutnya dengan kostum Tramp
Film-film awal Chaplin diproduksi pada tahun 1914 di Keystone Studios yang merupakan tempat Chaplin belajar teknik pembuatan film, sekaligus mengembangkan karakter Tramp. Chaplin pertama kali memperkenalkan karakter Tramp kepada publik melalui film keduanya, Kid Auto Races at Venice (diedarkan 7 Februari 1914) dan film ketiganya Mabel's Strange Predicament (9 Januari 1914).
Di akhir kontrak dengan Keystone, Chaplin sudah bisa menyutradarai dan menyunting sendiri film-film pendek yang dibuatnya. Film-film tersebut ternyata sukses besar. Di tahun 1915, Chaplin menyetujui kontrak satu tahun dengan studio Essanay. Setelah itu, kontrak bernilai besar untuk selusin film komedi tipe dua reel disepakati Chaplin dengan studio Mutual Film di tahun 1916. Studio memberinya kebebasan artistik yang nyaris tanpa batas. Dalam dalam jangka waktu 18 bulan, Chaplin berhasil menyelesaikan 12 judul film. Film-film ini nantinya berhasil menjadi film komedi klasik dan tetap masih bisa menghibur hingga sekarang. Di kemudian hari, Chaplin mengenang masa bersama studio Mutual sebagai periode paling membahagiakan dalam karirnya.
Studio Charlie Chaplin (tahun 1922)
Setelah kontrak dengan studio Mutual habis di tahun 1917, Chaplin menandatangani kontrak produksi 8 film tipe dua reel dengan studio First National. Selain pembiayaan dan distribusi film-film (1918-1923) yang ditanggung studio First National, kebebasan artistik seluruhnya berada di tangan Chaplin. Dengan kebebasan berkreasi ada di tangan, Chaplin membangun studio Hollywood sendiri. Pada periode ini tercipta film-film Chaplin yang tak lekang dimakan waktu, dan masih bisa dijadikan panutan bagi pembuat film yang lain. Film-film yang diproduksi Chaplin bersama First National berupa film komedi dengan masa putar singkat, misalnya: A Dog's Life (1918) dan Pay Day (1922), ditambah film dengan masa putar lebih panjang, misalnya: Shoulder Arms (1918), dan The Pilgrim (1923). Film Chaplin asal periode ini dengan masa putar standar dan berhasil menjadi klasik adalah The Kid (1921).
Di tahun 1919, Chaplin mendirikan distributor film United Artists bersama-sama Mary Pickford, Douglas Fairbanks, dan D. W. Griffith. Mereka berempat berusaha melepaskan diri dari sistem monopoli yang dipegang distributor film dan pemilik modal di Hollywood. Usaha ini berhasil, dan kemandirian Chaplin sebagai pembuat film tetap terjamin berkat adanya kendali penuh atas film yang diproduksi di studio milik sendiri. Nama Chaplin terus tercatat sebagai anggota dewan direktur UA hingga di awal tahun 1950-an.
Seluruh film Chaplin yang diedarkan United Artists bermasa putar standar, dimulai dari A Woman of Paris (1923), diikuti film The Gold Rush (1925) yang nantinya menjadi klasik, dan diakhiri dengan The Circus (1928).
Film-film bisu yang hingga sekarang dianggap sebagai karya terbesarnya, City Lights (1931) dan Modern Times (1936) justru dibuat Chaplin ketika dunia sinema sudah mengenal film bersuara. Di kedua film tersebut, Chaplin mengerjakan sendiri efek suara dan ilustrasi musik. Film City Lights mungkin berisi keseimbangan sempurna antara komedi dan sentimentalitas ala Chaplin. Adegan terakhir film City Lights dipuji kritikus James Agee yang berkomentar di majalah Life tahun 1949 sebagai: "sepotong akting paling hebat yang pernah direkam seluloid".
Film bersuara karya Chaplin yang dibuat di Hollywood adalah: The Great Dictator (1940), Monsieur Verdoux (1947), dan Limelight (1952).
Film "Modern Times" (1936), Chaplin sedang makan dilayani mesin.
Walaupun pembuat film lain sudah beralih pada film bersuara, Chaplin bertahan untuk tidak ikut-ikutan. Film bersuara sudah dikenal sejak tahun 1927, tapi Chaplin terus bertahan dengan film-film bisu selama dekade 1930-an. Film Modern Times (1936) adalah film bisu, tapi memperdengarkan dialog yang keluar dari benda-benda mati, seperti radio atau pesawat televisi. Chaplin memang sengaja membuatnya seperti itu untuk membantu penonton film di tahun 1930-an yang tidak lagi terbiasa melihat film bisu. Film Modern Times sekaligus film pertama yang memperdengarkan suara Chaplin (pada lagu yang dipasang di akhir film). Walaupun demikian, film ini masih dianggap film bisu oleh sebagian penonton, sekaligus akhir dari era film bisu karya Chaplin.
Chaplin dikenal sebagai artis serba bisa, koreografi film Limelight (1952) dikerjakannya sendiri, begitu pula lagu latar film The Circus (1928). Lagu berjudul "Smile" merupakan ciptaan Chaplin yang paling terkenal di antara semua lagu yang pernah ditulisnya. Ditulis untuk film "Modern Times", lagu "Smile" diberi tambahan lirik untuk dinyanyikan Nat King Cole sewaktu ingin diedarkan kembali di tahun 1950-an. Lagu "This Is My Song" dari film terakhir Chaplin, "A Countess From Hong Kong" berhasil menjadi hit dalam berbagai bahasa di tahun 1960-an (terutama versi Petula Clark). Film Limelight berisi lagu tema berjudul "Eternally" yang berhasil menjadi hit di tahun 1950-an.
Ilustrasi musik untuk film Limelight yang dikerjakan Chaplin mendapat nominasi Academy Awards di tahun 1972. Hal ini dimungkinkan karena pertunjukan perdana di Los Angeles tertunda selama dua dekade.
Chaplin dan Jackie Coogan dalam film The Kid (1921)
[sunting] Academy Awards
Chaplin memenangkan 2 penghargaan kehormatan Academy Awards. Waktu itu belum ada prosedur audit pemungutan suara, dan penghargaan Oscar yang pertama dibagi-bagikan pada 16 Mei 1929 berdasarkan pembagian kategori yang sangat luwes. Chaplin mulanya dinominasikan sebagai Aktor Terbaik dan Sutradara Komedi Terbaik untuk karyanya The Circus, tapi namanya ditarik kembali dan dewan Academy justru memutuskan untuk memberi penghargaan istimewa untuk "kegeniusan, kemampuan serba bisa dalam akting, penulisan, penyutradaraan, dan produksi film The Circus". Film lain yang menerima penghargaan istimewa pada tahun itu adalah The Jazz Singer.
Penghargaan kehormatan yang kedua dari Academy diterima Chaplin 44 tahun kemudian di tahun 1972. Chaplin menerima penghargaan atas "pengaruh tak terhingga yang dibuatnya dan menjadikan film sebagai bentuk seni abad ini". Chaplin keluar dari pengasingannya untuk menerima penghargaan ini. Setelah Chaplin menerima penghargaan, para hadirin berdiri memberikan sambutan tepuk tangan selama 5 menit penuh yang hingga sekarang tercatat sebagai standing ovation terlama sepanjang sejarah Academy Award.
Chaplin juga pernah masuk nominasi sebagai penerima penghargaan Academy untuk Aktor Terbaik, Skenario Asli Terbaik, dan Film Terbaik untuk karyanya The Great Dictator, tapi gagal. Film Monsieur Verdoux (1947) juga pernah dicalonkan sebagai Skenario Asli Terbaik, namun lagi-lagi gagal meraih penghargaan. Sewaktu masih aktif sebagai pembuat film, Chaplin pernah menyatakan ketidakpuasannya pada Academy Awards. Putranya yang bernama Charles Jr. bercerita tentang tindakan Chaplin menjadikan penghargaan Oscar yang diterimanya di tahun 1929 sebagai pengganjal pintu yang menjadi sebab kemarahan dewan Academy di tahun 1930-an. Hal ini mungkin menjadi alasan film City Lights sama sekali tidak pernah masuk nominasi, padahal berbagai hasil jajak pendapat sepakat film ini sebagai salah satu film terbesar dalam sejarah layar perak.
Di usia lanjut, Chaplin pernah memperoleh Academy Award yang didapatnya dari hasil kompetisi dan bukan secara kehormatan. Di tahun 1973, film Limelight (1952) mendapat penghargaan Oscar untuk Academy Award untuk Ilustrasi Musik Asli (Best Music in an Original Dramatic Score). Chaplin membintangi film ini bersama Claire Bloom, serta tampil secara cameo bersama Buster Keaton yang merupakan satu-satunya penampilan kedua komedian terbesar dalam satu film. Setelah film selesai diproduksi, kecenderungan politik yang dianut Chaplin menyebabkan film Limelight tidak jadi diputar di Los Angeles. Pemutaran di Amerika Serikat baru berlangsung di tahun 1972, sehingga film ini walaupun diproduksi tahun 1952 berhak masuk nominasi.
[sunting] Karya terakhir
Dua film terakhir Chaplin dibuat di London: A King in New York (1957) yang dibintanginya sendiri (sekaligus penulis skenario dan sutradara), dan A Countess from Hong Kong (1967) dengan bintang Sophia Loren dan Marlon Brando. Film A Countess from Hong Kong merupakan penampilan Chaplin yang terakhir, tampil singkat secara cameo sebagai awak kapal yang sedang mabuk laut.
Dalam otobiografi berjudul My Life in Pictures terbitan tahun 1974, Chaplin menuturkan bahwa dirinya sudah menulis skenario untuk dibintangi Victoria, putri terkecilnya. Kalau skenario yang diberinya judul The Freak jadi diproduksi, Victoria akan diberi peran sebagai bidadari. Menurut Chaplin, skenario film ini sudah selesai dan latihan praproduksi sudah dimulai (buku ini memuat foto Victoria lengkap dengan kostumnya), tapi produksi dihentikan karena Victoria menikah. Chaplin menambahkan, "Kapan-kapan, pasti aku buat." Kesehatan Chaplin terus menurun di tahun 1970-an, dan meninggal sebelum angan-angannya terwujud.
Salah satu karya yang diketahui sebagai karya terakhir Chaplin adalah ilustrasi musik yang ditulisnya untuk memperbarui A Woman of Paris, karyanya yang kurang sukses di tahun 1923.
[sunting] Dikelilingi wanita
Chaplin dikelilingi banyak wanita yang berpengaruh penting dalam hidup dan karirnya.
Charlie Chaplin dan Paulette Goddard dalam film Modern Times (1936). Penampilan terakhir di layar perak bagi karakter Tramp.
[sunting] Hetty Kelly
Cinta pertama Chaplin adalah pada Hetty, penari yang ditemuinya di London ketika Hetty masih berusia 15 tahun dan Chaplin 19 tahun. Chaplin tergila-gila dan melamarnya, tapi ditolak. Chaplin memutuskan keduanya untuk tidak saling berjumpa lagi, walaupun keputusan ini membuat hatinya hancur. Hetty tewas menjadi korban epidemi influenza tahun 1918.
[sunting] Edna Purviance
Chaplin dan aktris lawan main tetapnya, Edna Purviance terlibat hubungan asmara sewaktu memproduksi film-film di studio Essanay dan Mutual dari tahun 1916 hingga 1917. Hubungan mereka tampaknya putus di tahun 1918, dan keduanya tidak mungkin rujuk sebab Chaplin menikah dengan Mildred Harris di akhir tahun yang sama. Edna terus berperan sebagai peran utama wanita di film-film Chaplin sampai tahun 1923, dan terus menerima gaji dari Chaplin hingga wafat tahun 1958.
[sunting] Mildred Harris
Mildred yang berusia 16 tahun menikah dengan Chaplin yang sudah berusia 29 tahun pada 23 Oktober 1918. Pernikahan ini akibat Mildred yang masih di bawah umur mengira dirinya sudah hamil. Di antara keduanya lahir Norman Spencer Chaplin (dikenal sebagai "The Little Mouse") yang meninggal sewaktu masih kecil. Chaplin dan Mildred bercerai tahun 1920.
[sunting] Pola Negri
Dari tahun 1922–1923, Chaplin terlibat hubungan dengan aktris Pola Negri yang baru datang dari Polandia untuk memulai karir di Hollywood. Hubungan mereka berdua sangat unik, dan tidak seperti biasanya Chaplin mau terang-terangan membeberkan hubungannya dengan wanita di muka publik. Penulis biografi Chaplin sebagian berpendapat hubungan Chaplin dan Pola adalah semata-mata untuk publisitas.
[sunting] Lita Grey
Di usia 35, Chaplin berhubungan dengan Lita Grey yang berusia 16 tahun sewaktu persiapan film The Gold Rush. Setelah Lita hamil, mereka menikah tanggal 26 November 1924. Perkawinan menghasilkan 2 anak, aktor Charles Chaplin Jr. (1925–1968) dan Sydney Earle Chaplin (1926–). Perkawinan ini menjadi bencana karena keduanya tidak saling cocok. Chaplin dan Lita bercerai tahun 1928, dan menerima uang tunjangan perceraian yang jumlahnya memecahkan rekor pada saat itu. Chaplin harus membayar 825.000 dolar AS kepada bekas istrinya, ditambah 1 juta dolar AS untuk mengurus perkara ini. Perceraian ini begitu sensasional hingga membuatnya stres, dan diduga sebagai penyebab memutihnya rambut Chaplin. Penulis biografi Chaplin, Joyce Milton menulis dalam buku Tramp: The Life of Charlie Chaplin bahwa pernikahan Chaplin-Grey merupakan inspirasi novel Lolita karya Vladimir Nabokov di tahun 1950-an.
[sunting] May Reeves
May mulanya diterima bekerja sebagai sekretaris pribadi untuk menemani Chaplin dalam perjalanan panjang ke Eropa (1931-1932). Tugas May nantinya membacakan surat-surat pribadi yang ditujukan kepada Chaplin, tapi baru sepagian bekerja, May dipertemukan dengan Chaplin yang langsung jatuh cinta. Keduanya menjadi sangat lengket hingga Syd kakak Chaplin jadi sebal. Setelah Syd ikut terlibat asmara May, hubungan cinta segitiga ini berakhir dan May keluar dari rombongan Chaplin. Reeves mengisahkan hubungan singkatnya dengan Chaplin dalam buku The Intimate Charlie Chaplin.
[sunting] Paulette Goddard
Chaplin terlibat hubungan asmara sekaligus hubungan kerja dengan aktris Paulette Goddard dari tahun 1932-1940. Pada waktu itu, Goddard tinggal di rumah kediaman Chaplin di Beverly Hills. Chaplin "menemukan" bakat Goddard dan memberikannya peran utama wanita untuk film Modern Times dan The Great Dictator. Status pernikahan dengan Chaplin yang tidak mau dijelaskan Goddard membuat namanya dicoret dari calon pemeran Scarlett O'Hara untuk film Gone with the Wind. Setelah berpisah di tahun 1940, Chaplin dan Goddard mengaku keduanya pernah menikah diam-diam di tahun 1936. Pengakuan ini kemungkinan dibuat untuk mencegah rusaknya karir Goddard, karena secara pribadi Chaplin pernah mengaku tidak menikahi Goddard secara resmi. Chaplin membayar sejumlah tunjangan perceraian untuk Goddard setelah perkawinan secara hukum adat di antara keduanya berakhir damai di tahun 1942.
[sunting] Joan Berry
Chaplin sempat sebentar terlibat hubungan asmara dengan aktris Joan Berry di tahun 1942. Chaplin ingin memasangnya sebagai peran utama wanita dalam film yang akan diproduksi. Hubungan mereka berakhir setelah Joan mulai menunjukkan gejala sakit jiwa. Keterlibatan singkat Chaplin dengan Joan nantinya banyak membuat repot. Setelah melahirkan anak di tahun 1943, Joan menuntut Chaplin untuk bertanggung jawab. Walaupun tes darah menunjukkan anak yang dilahirkan Joan bukanlah anak Chaplin, pengadilan tidak menerima tes darah tersebut sebagai bukti. Chaplin diperintahkan membayar dukungan finansial bagi anak Joan.
[sunting] Oona O'Neill
Sewaktu berperkara dengan Joan Berry, Chaplin bertemu dengan Oona O'Neill, putri Eugene O'Neill, dan menikahinya tanggal 16 Juni 1943. Chaplin di usianya yang ke 54, sedangkan Oona baru 17 tahun. Setelah perkawinan berlangsung, ayah Oona sampai meninggal dunia tidak pernah menghubungi atau mau dihubungi putrinya. Chaplin dan Oona ternyata saling akur, Oona merindukan cinta laki-laki dengan sosok kebapakan, sebaliknya Chaplin haus kesetiaan seorang wanita muda. Perkawinan ini sekaligus digunakan Chaplin untuk mengangkat popularitasnya di mata publik yang mulai menurun. Pernikahan dikaruniai 8 anak, berlangsung lama dan bahagia. Putra Chaplin dari Oona ada 3 orang: Christopher, Eugene, dan Michael Chaplin, serta 5 putri: Geraldine, Josephine, Jane, Victoria, dan Annette-Emilie Chaplin.
[sunting] Gelar ksatria
Chaplin menerima gelar Knight Commander of the British Empire (KBE) dari Ratu Elizabeth II pada 4 Maret 1975. Nama Chaplin pertama kali diusulkan sebagai penerima di tahun 1931, dan masuk dalam daftar calon untuk yang kedua kali pada tahun 1956, tapi diveto pemerintah Konservatif yang tidak ingin merusak hubungan dengan Amerika Serikat di tengah ketegangan Perang Dingin dan Krisis Terusan Suez.
[sunting] Tutup usia
Chaplin wafat di usia 88 tahun dalam tidurnya pada Hari Natal tahun 1977, di Vevey, Swiss. Chaplin dimakamkan di Pekuburan Corsier-Sur-Vevey di Corsier-Sur-Vevey, Vaud, tapi makamnya dipindah di dekat Danau Jenewa setelah pernah dicuri sekelompok orang.
[sunting] Trivia
* Charlie Chaplin pernah dua kali berlibur di Grand Hotel Ngamplang yang terletak di Kecamatan Cilawu, Garut, Jawa Barat. Kunjungan pertama Chaplin ditemani aktris Mary Pickford di tahun 1927, sedangkan kunjungan yang kedua bersama Paulette Goddard di tahun 1935.[1] Di Bandung, Chaplin pernah menginap di Hotel Homann ditemani Mary Pickford.[2]
* Spencer Dryden, pemain drum kelompok Jefferson Airplane adalah putra dari Wheeler Dryden, saudara laki-laki seibu dengan Charlie Chaplin.[3]
[sunting] Filmografi
Tanggal rilis ditulis di dalam tanda kurung
Keystone Studios
(*) tidak ditulis/disutradarai Charlie Chaplin
1914
* 01. Making a Living (2 Februari) *
* 02. Kid Auto Races at Venice (7 Februari) *
* 03. Mabel's Strange Predicament (9 Februari) *
* 04. Between Showers (28 Februari) *
* 05. A Film Johnnie (2 Maret) *
* 06. Tango Tangles (9 Maret) *
* 07. His Favourite Pastime (16 Maret) *
* 08. Cruel, Cruel Love (26 Maret) *
* 09. The Star Boarder (4 April) *
* 10. Mabel At The Wheel (18 April) *
* 11. Twenty Minutes Of Love (April 20)
* 12. Caught in a Cabaret (27 April) *
* 13. Caught in the Rain (4 Mei)
* 14. A Busy Day (7 Mei)
* 15. The Fatal Mallet (1 Juni) *
* 16. Her Friend The Bandit (4 Juni) (satu-satunya film Chaplin yang hilang)
* 17. The Knockout (11 Juni) *
* 18. Mabel's Busy Day (13 Juni) *
* 19. Mabel's Married Life (20 Juni)
* 20. Laughing Gas (9 Juli)
* 21. The Property Man (1 Agustus)
* 22. The Face on the Bar-Room Floor (10 Agustus)
* 23. Recreation (13 Agustus)
* 24. The Masquerader (27 Agustus)
* 25. His New Profession (31 Agustus)
* 26. The Rounders (7 September)
* 27. The New Janitor (14 September)
* 28. Those Love Pangs (10 Oktober)
* 29. Dough and Dynamite (26 Oktober)
* 30. Gentlemen of Nerve (Oktober 29)
* 31. His Musical Career (7 November)
* 32. His Trysting Place (9 November)
* 33. Tillie's Punctured Romance (November 14) *
* 34. Getting Acquainted (5 Desember)
* 35. His Prehistoric Past (7 Desember)
Essanay
1915
* 36. His New Job (1 Februari)
* 37. A Night Out (15 Februari)
* 38. The Champion (11 Maret)
* 39. In The Park (18 Maret)
* 40. A Jitney Elopement (1 April)
* 41. The Tramp (11 April)
* 42. By The Sea (29 April)
* His Regeneration (7 Mei) (cameo: sebagai pembeli)
* 43. Work (21 Juni)
* 44. A Woman (12 Juli)
* 45. The Bank (9 Agustus)
* 46. Shanghaied (4 Oktober)
* 47. A Night in the Show (20 November)
* 48. Burlesque on Carmen (18 Desember)
1916
* 49. Police (27 Mei)
1918
* 50. Triple Trouble (disusun 2 tahun setelah Chaplin keluar dari studio Essanay dari karya Chaplin yang belum selesai)
Lain-lain:
* The Nut (6 Maret 1921) (cameo: peniru chaplin)
* Souls For Sale (27 Maret 1923) (cameo: sebagai diri sendiri, sutradara terkenal)
* A Woman of the Sea (1926) (Chaplin sebagai produser)
* Show People (11 November 1928) (cameo: sebagai diri sendiri)
Mutual Film
1916
* 51. The Floorwalker (15 Mei)
* 52. The Fireman (12 Juni)
* 53. The Vagabond (10 Juli)
* 54. One A.M. (7 Agustus)
* 55. The Count (4 September)
* 56. The Pawnshop (2 Oktober)
* 57. Behind the Screen (13 November)
* 58. The Rink (4 Desember)
1917
* 59. Easy Street (22 Januari)
* 60. The Cure (16 April)
* 61. The Immigrant (17 Juni)
* 62. The Adventurer (22 Oktober)
First National
1918
* 63. A Dog's Life (14 April)
* 64. The Bond (29 September)
* 65. Shoulder Arms (20 Oktober)
1919
* 66. Sunnyside (15 Juni)
* 67. A Day's Pleasure (15 Desember)
* 68. The Professor tidak selesai
1920
* 68. The Kid (6 Februari)
* 69. The Idle Class (25 September)
1922
* 70. Pay Day (2 April)
1923
* 71. The Pilgrim (26 Februari)
United Artists
1923
* 72. A Woman of Paris (26 September) (cameo)
1925
* 73. The Gold Rush (26 Juni)
1928
* 74. The Circus (6 Januari)
1931
* 75. City Lights (6 Februari)
1936
* 76. Modern Times (5 Februari)
1940
* 77. The Great Dictator (15 Oktober)
1947
* 78. Monsieur Verdoux (11 April)
1952
* 79. Limelight (16 Oktober)
Produksi yang lain
1957
* 80. A King in New York (12 September)
1959
* 81. The Chaplin Revue (1 September) (Kumpulan film pendek sewaktu dikontrak studio First National: A Dog’s Life, Shoulder Arms, dan The Pilgrim yang disunting Chaplin menjadi film bermasa putar standar).
1967
* 82. A Countess from Hong Kong (5 Januari)
[sunting] Catatan kaki
1. ^ "Charlie Chaplin Kepincut Ngamplang", Pikiran Rakyat, 23 Juni 2006. Diakses pada 4 Februari.
2. ^ "Sekelumit Sejarah Bangunan Hotel Savoy Homann", Hotel Savoy Homann, 23 Juni 2006. Diakses pada 4 Februari.
3. ^ Spencer Dryden. Diakses pada 4 Februari
[sunting] Daftar pustaka
* Charles Chaplin: My Autobiography. Simon & Schuster, 1964.
* Charles Chaplin: Die Geschichte meines Lebens. Fischer-Verlag, 1964. (germ.)
* Charlie Chaplin Die Wurzeln meiner Komik in: Jüdische Allgemeine Wochenzeitung, 3.3.67, gekürzt: wieder ebd. 12.4. 2006, S. 54 (germ.)
* Charles Chaplin: My Life in Pictures. Bodley Head, 1974.
* S. Frind: Die Sprache als Propagandainstrument des Nationalsozialismus, in: Muttersprache, 76. Jg., 1966, S. 129-135. (germ.)
* Victor Klemperer: LTI - Notizbuch eines Philologen. Leipzig: Reclam, 1990. ISBN 3-379-00125-2; Frankfurt am Main (19. A.)2004 (germ.)
* David Robinson (2nd edition 2001) Chaplin: His Life and Art . McGraw-Hill.
* Jeffrey Vance (2003) Chaplin: Genius of the Cinema. Abrams: New York.
[sunting] Pranala luar
Wikiquote memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan:
Charlie Chaplin
Wikimedia Commons memiliki kategori mengenai:
Charlie Chaplin
* Situs resmi
o Situs resmi Charlie Chaplin
o Discover Charlie Chaplin
o The Chaplin Museum Museum Charlie Chaplin
o The Charlie Chaplin Archive
* Biografi
o Biografi singkat Charlie Chaplin
o Biografi Charlie Chaplin di Situs Clown Ministry
o Biografi Charlie Chaplin Situs resmi
* Filmography
en) Charles Chaplin di Internet Movie Database**(en) Charles Chaplin di TCM Movie Database
from wikipedia
Link Teman
- adhelina
- ADY EXPRESSION TERITORRY
- ady-inbox
- ajie gumelar
- all u know
- area usaha
- asalcom pasang iklan gratis tanpa daftar
- bit gallery Bebas Download
- blog mungil
- Blogger dari Purwodadi
- blogger indramayu
- fack and farcle
- faniza widya
- feumj
- iklan gratis
- iklan gratisan.cc
- iklan tehobeng
- iklan top tea
- iklan top.cc
- indo spiritual
- indobat
- internet incomeku
- Internet Marketing Indonesia
- irmagi.blog
- jacbferd16
- jacbferd88
- jamalbaharuns's blog
- kebo ello
- kuatza
- lerry060183 Weblogs
- mahawiraku
- norjik
- obbie afri
- pontianak asyik
- rakan blogger
- refill pulsa
- remo creativity
- siak bunga raya
- speech your m1nd
- sunatullah
- takaza
- tempatku berbagi.
- The Story
- tito-kun
- tukarlink1
- tukarlink1.b
- tukarlink11.b
- tukarlink2
- tukarlink3
- tukarlink4
- tukarlinkaku
- tukarlinks
- tukarlinktop.w
- tukarlinktop1.b
- tukeran link yuk
- tutorial7
