Tampilkan postingan dengan label perkebunan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perkebunan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Juni 2009

cara dan tips budidaya enceng gondok

anda sudah kenal dengan enceng gondok?
Biasanya bisnis berbasis eceng gondok untuk pembuatan ayaman tikar, tas ataupun furniture seperti kursi, lebih sering ditemukan didaerah-daerah, karena ini merupakan bisnis usaha kecil terutama home industri. Skillnya pun sangat terbatas hal ini disebabkan perlunya ketelitian daan kelenturan jari-jari dalam mengayam serat-serat eceng gondok menjadi sekumpulan serat.

Selain itu kesabaran perlu diperhatikan, karena eceng gondok yang basah haruslah dikeringi terlebih dahulu untuk diambil seratnya. Ambil contoh dibebarapa dusun daerah Lamongan, disitu kita dapat melihat masyarakat setempat membudidayakan tanaman eceng gondok sebagai bahan pembuatannya.

Upaya mendayagunakan gulma ini menjadi pemandangan khas Dusun Pengaron, Pengumbulanadi Tikung, Lamongan.

Lalu bagaimana mengembangkan usaha ini? Sukandar sebut saja namanya, seorang pengrajin eceng gondok
di daerah Jawa Timur, dirinya dalam mengawali bisnis ini, hanya sekedar coba-coba saja diawali dengan melihat serat yang dimiliki eceng gondok, sangat baik dan kelenturan serta ketebalannya berbeda dengan tanaman lainnya, yah dapat dikatakan seperti rotan.

Baginya untuk memulai usaha ini memang perlu berfikir panjang, karena untuk membudidayakan eceng gondok tersebut membutuhkan perairan atau rawa-rawa yang sangat luas, sementara sekarang ini fasilitas tersebut sangat terbatas. Masalah lainnya keterbatasan modal untuk mengembangkan usaha ini, hal tersebut juga dirasakan oleh para pengrajin lainnya.

Walaupun demikian, pengembangan usaha memang membutuhkan minimal investasi sekitar Rp.2-4 juta tergantung dari besar kecilnya usaha yang dibuka, biasanya modal tersebut untuk membeli bahan baku. Tingkat kesulitan dari usaha ini adalah lebih memperhatikan skill dan perolehan bahan baku yang baik. Bisnis kerajinan
eceng gondok menurut bapak 4 anak ini dibangun dengan modal awal Rp 2.000.000 yang digunakan untuk transportasi, membeli bahan, dan peralatan.

Mengenai sumber daya manusia yang mempunyai skill diakui memang sudah mulai berkembang pesat, perkembangan ini disebabkan adanya training atau pelatihan-pelatihan yang dilakukan oleh pemilik usaha. Dan penyebaran usaha ini sudah sangat meluas di daerah Jawa Timur.

Sekarang ini karyawan yang digunakan hanya 4-5 orang yang memang adalah dari keluarga sendiri, ungkap pria paruh baya tersebut. Tetapi kadang-kadang tetangga juga membantu bila ada permintaan yang banyak, terutama dari Jakarta yang menginginkan furniture dan anyaman tas dari eceng gondok, permintaan konsumen memang gampang-gampang susah.

Peluang bisnis yang satu ini memang sekarang ini sangat diminati dan mulai dilirik negara-negara dari luar, terakhir negara Mesir mencoba melakukan kerjasama dengan Pemerintahan Indonesia dalam bisnis eceng gondok ini. Pembicaraan serius telah dilakukan di Jakarta beberapa waktu yang lalu di dalam pertemuan Sidang ke–5 Komisi Bersama Indonesia-Mesir. Selain itu Mesir dan Indonesia sepakat kerja sama budidaya dan pengolahan eceng gondok di Sungai Nil, Mesir. Kesepakatan dicapai dalam pertemuan Menteri Negara Koperasi dan UKM Suryadharma Ali dengan Menteri Kerja Sama Internasional Mesir Fayza Aboulnaga.

Belakangan ini, kombinasi kayu, rotan, dan eceng gondok justru banyak diminati, terutama konsumen di Australia dan Eropa. Alasan konsumen di dua benua itu sederhana saja, mereka mencari keunikan dari sebuah produk kerajinan tangan. Produk eceng gondok layak dikategorikan sebagai produk unik. Hal ini merupakan peluang besar bagi para pengrajin mebel dan produk suvenir lainnya untuk mengisi pasar ekspor mengingat eceng gondok mudah
tumbuh di danau, sungai, dan parit di Indonesia.

Apabila produk eceng gondok ini diolah menjadi produk kerajinan, keuntungan yang dapat diraup produsen sangat menggiurkan. Sebagai contoh, satu kursi tamu bisa dihargai Rp 3 juta-Rp 20 jutaan. Semua tergantung ukurannya. Nilai jual setinggi itu belum termasuk produk aksesori lain, yakni meja tamu dan lampu hiasnya. Seperti diketahui usaha ayaman dari eceng gondok ini sudah terdapat di Kota Jakarta, Bali. Harga yang diperjual belikan cukup
bervariasi, tas-tas yang diproduksi dijual dengan harga minimal Rp.15.000-RP.20.000.

dari http://www.portalhr.com/majalah/edisisebelumnya/bisnis/1id647.html

Read More ..

Jumat, 29 Mei 2009

cara Membuat Pupuk Organik Granul

cara Membuat pupuk granul sebenarnya tidak terlalu sulit. Secara garis besar pupuk granul dapat dibuat dengan cara seperti di bawah ini.

Pengeringan Bahan

sampuldepantumbnailBahan pupuk organik yang digunakan bisa dibuat dari pupuk kandang. Tapi perlu diingat pupuk kandang yang digunakan adalah pupuk kandang yang sudah ‘matang’ bukan yang baru keluar dari binatangnya. Bisa juga menggunakan kompos, baik kompos dari limbah pertanian, kompos dari sampah organik, atau humus yang langsung diambil dari tanah.

Langkah pertama adalah pengeringan. Kompos ini harus dikeringkan terlebih dahulu. Pengeringan dapat dilakukan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari atau dengan menggunakan alat pengering (rotary dryer). Kadar air kompos kering kurang lebih <20%. Lebih kering lebih bagus.

rotary dryer

Rotary dryer untuk mengeringkan kompos/pupuk organik.
Diamater alatnya kurang lebih 150 cm dan panjang 9 m.
Penggilingan dan Pengayakan

Kompos yang sudah kering kemudian digiling dengan mesin giling. Atau ditumbuk saja juga bisa. Tingkat kehalusan kompos yang diperlukan minimal 80 mesh. Biasanya aku memilin 100 mesh. Kompos halus ini kemudian diayak dengan ayakan 80 mesh atau 100 mesh. Sisa bahan yang tidak lolos ayakan dikembalikan ke alat penggiling.
Penambahan Bahan-bahan Lain

Apabila diperlukan dapat pula ditambahkan beberapa bahan lain. Beberapa bahan yang sering ditambahkan adalah pupuk anorganik untuk meningkatkan kandungan hara N, P, K, atau hara mikro lainnya. Dapat pula ditambahkan dengan asam humat atau asam fulvat atau hormon perangsang pertumbuhan tanaman. Apabila memungkinkan dapat pula ditambahkan dengan mikroba-mikroba. Cuma tidak semua mikroba bisa ditambahkan ke dalam pupuk granul. Banyaknya bahan yang ditambahkan berbeda-beda untuk setiap perusahaan. Jenis dan dosis ini merupakan ‘rahasia perusahaan’ masing-masing. Ibaratnya masakan, jenis masakan bisa sama tetapi ‘ramuannya’ bisa berbeda-beda untuk setiap koki.


Setelah semua bahan siap, langkah berikutnya adalah pembuatan granul. Granul dapat dibuat dengan berbagai cara. Cara paling sederhana adalah dengan menggunakan nampan biasa. Biasanya aku gunakan cara ini untuk membuat contoh granul skala kecil. Bahan yang diperlukan sekitar 300 gr – 500 gr. Caranya, bahan dimasukkan ke dalam nampan, tambahakan air + perekat (jika perlu). Kemudian nampan digoyang-goyang sampai terbentuk granul. Yang perlu diperhatikan dalam langkah ini adalah penambahan air/perekat. Jumlahnya harus pas, tidak boleh berlebih atau terlalu sedikit. Di sinilah seni-nya membuat granul.

dari http://isroi.wordpress.com/2008/02/21/membuat-pupuk-organik-granul/

Read More ..

Rabu, 27 Mei 2009

tips dan cara membuat Sambal balado nanas

pertama siapkan Bahan :

20 cabe merah ( haluskan )

1/2 nanas kaleng

2 lembar daun jeruk

1 buah tomat besar potong2

1 sdt garam

1/2 sdt gula pasir

200 ml/ccm minyak goreng

Bumbu :

6 siung bawang putih iris tipis

4 siung bawang merah iris2 tipis

1/2 bulat bawang bombay potong2 lalu cincang kasar

Cara membuat :

Panas kan minyak goreng, masukkan bawang putih sampai harum, lalu bawang merah dan bombay masak sampai wangi dan layu setelahnya masukkan cabe merah yg telah dihaluskan aduk terus jgn berhenti sampai tercampur dgn minyak lalu masukkan garam dan gula, aduk kembali, selanjutnya masukkan semua bahan lainnya kecuali nanas, masak hingga keluar bau sedap dr si cabe jgn lupa aduk2 yah dgn api ukuran 4 krn ukuran komporku sampai 10 heheehhehee… baru masukkan nanas , aduk sampai nanas layu. Siap di santap.

dari http://my3006.blog.friendster.com/2007/11/sambal-balado-nanas/#comment-49

Read More ..

Selasa, 26 Mei 2009

budidaya KAYU MANIS

Tanaman kayu manis adalah penghasil kulit manis. Tanaman yang sudah dewasa ditebang untuk diambil kulitnya. Di pasar dunia, kulit kayu manis Indonesia yang telah dikeringkan dikenal dengan nama Cassia vera alias Padang keneel. Kayu manis merupakan komoditas unggulan bagi India (termasuk Srilanka), China dan Kep. Nusantara sejak ribuan tahun Sebelum Masehi. Produk kayu manis telah dikenal oleh masyarakat Babyllonia, Mesir, Assyria, Yunani dan Romawi. Kulit kayu manis adalah bahan rempah-rempah, minuman, obat-obatan, kosmetik dan parfum. Rempah-rempah sebagai bahan pengawet mumi para Fira'un di Mesir Kuno, antara lain adalah kulit kayu manis. Minyak cinnamon dalam kulit kayu manis yang terdiri dari eugenol dan cinnaldehide, memang memiliki daya bunuh terhadap mikroorganisme. Dalam ujicoba di sebuah lab, minyak cinnamon mampu membunuh rickettsia (mikroorganisme berbentuk bakteri tetapi bersifat seperti virus, penyebab penyakit tyfus) dalam waktu 12 menit. Minyak cengkeh yang juga mengandung eugenol, baru bisa membunuh rickettsia setelah 25 menit. Aroma cinnamon digunakan antara lain dalam masakan gulai kambing, agar-agar dan lapis legit. Selain itu cinnamon juga dimanfaatkan dalam industri pasta gigi, minuman keras, krim kulit dan juga parfum.

Kayu manis yang lazim dibudidayakan ada beberapa spesies. Di India ditanam Cinnamomum tamala dengan produknya bernama Indian Cassia. Dari Srilanka dihasilkan Ceylon Cinnamon dari tanaman Cinnamomum zeylanicum. Chinese Cinnamon dihasilkan China dari tanaman Cinnamomum cassia. Sementara di Indonesia dibudidayakan Cinnamomum burmani dari Sumatera, dengan produknya yang dikenal sebagai Padang Keneel, Padang Cassia atau Cassia vera. Di Jawa dikenal Cinnamomum javanicum namun tidak pernah dibudidayakan secara massal karena hasil kulitnya tidak sebaik Cinnamomum burmani. Selain itu di Jawa juga bisa ditemui Cinnamomum sintok (kayu sintok) yang biasa disuling untuk diambil minyak asirinya. Di Maluku dikenal Cinnamomum cullilawan atau lazim pula disebut sebagai kulit lawang atau kayu lawang. Minyak asirinya dikenal sebagai minyak lawang. Sampai dengan saat ini, di Asia Tenggara dikenal ada 55 spesies Cinnamon. Selain dimanfaatkan sebagai bahan rempah dan minyak asiri dan oleoresin, beberapa spesies Cinnamon juga merupakan penghasil kayu. Misalnya C. eugenoliferum, C. grandiflorum, C. Iners dan masih banyak lagi.

Kayu manis Srilanka yang kualitas kulitnya paling baik, sebenarnya pernah pula didatangkan oleh pemerintah Kolonial Belanda ke Indonesia. Namun di dataran tinggi yang basah, tanaman ini kurang begitu baik pertumbuhannya. Sebab di Srilanka, kayu manis Ceylon dibudidayakan pada lahan dataran rendah berpasir yang curah hujannya relatif kecil. Sementara curah hujan kawasan dataran tinggi di Indonesia rata-rata cukup tinggi. Kayu manis srilanka yang sudah banyak dikembangkan di Jawa, hasilnya pun akan cukup baik dengan kualitas kulit yang lebih tinggi dibanding kayu manis C. burmani apabila ditanam di dataran rendah kering. Namun di Jawa, pengembangan Cinnamomum zeylanicum, yang oleh masyarakat disebut sebagai "kulit keningar" ini kurang berkembang. Penyebabnya adalah, perkembangan generatifnya kurang baik. Buah (biji) yang dihasilkan oleh C. zeylanicum alias kayu manis srilanka ini sangat sedikit. Meskipun di Banyuwangi sana, pertumbuhan C. cassia terlihat cukup baik dengan volume buah yang relatif banyak untuk upaya pengembangannya. Harga C. zeylanicum di Indonesia relatif lebih tinggi dibanding dengan C. burmani. Selain itu volume kulitnya juga lebih banyak. Pada ketinggian sekitar sekitar 700 m. dpl. pertumbuhan C. zeylanicum relatif sama dengan pertumbuhan C. burmani. Di Purwokerto, penyulingan minyak asiri dari bahan C. zeylanicum pernah dilakukan. Di pasar dunia, kualitas Ceylon Cassia atau thrue cinamon, menduduki tempat yang paling tinggi. Disusul oleh Padang Keneel alias Cassia Vera dan baru kemudian Chinese Cassia dan Indian Cassia.

Meskipun kurang dikenal oleh masyarakat, kayu manis adalah komoditas agribisnis yang relatif luas budidayanya. Total areal tanaman kayu manis di Indonesia sekitar 70.000 hektar, dengan hasil berkisar antara 15.000 sampai dengan 20.000 ton kulit kayu manis kering per tahun. Nilai ekspornya, rata-rata per tahun berkisar antara US $ 20 juta sampai dengan US $ 25 juta. Budidaya kayu manis memang menuntut lahan dengan ketinggian di atas 500 m. dpl. Meskipun kayumanis C. burmani dapat tumbuh baik pada ketinggian di bawah 500 m. dpl, sampai dengan 0 m. dpl, namun hasil kulitnya tidak sebaik kayu manis yang dibudidayakan pada lahan berketinggian di atas 500 m. dpl. Tingginya mutu kayu manis Kerinci disebabkan oleh lokasi budidayanya yang berketinggian di atas 1.000 m. dpl. Di Kersik Tuo, di lereng timur gunung Kerinci misalnya, kayu manis ditanam sebagai "naungan" kentang pada ketinggian antara 1.500 sampai dengan 1.700 m. dpl. Beda dengan C. burmani yang menghendaki lahan dataran tinggi, maka C. zeylanicum justru akan tumbuh baik pada lahan dataran rendah yang kering. Misalnya di Pasuruan, Probolinggo Bali utara dan NTT. Semakin kering dan panas suatu kawasan, semakin cocok untuk budidaya kayu manis srilanka.

Bibit kayu manis bisa berasal dari semaian biji maupun sirung (tunas yang berasal dari tunggul bekas potongan). Buah (biji) kayu manis berukuran sedikit lebih kecil dibanding melinjo. Warna kulit buahnya hijau dan akan berubah menjadi hitam keunguan setelah masak. Biasanya buah kayu manis masak sangat disukai oleh burung. Hingga pengumpulannya sering mengalami kesulitan. Untuk menanggulanginya, buah kayu manis yang telah tua, ditandai dengan beberapa buah telah masak, langsung bisa dipanen untuk benih. Sebelum disemai, buah kayu manis memerlukan fermentasi untuk menghancurkan lapisan kulit dan daging buahnya. Fermentasi ini bisa dilakukan dengan pemeraman selama satu minggu sampai kulit buahnya benar-benar hancur. Setelah itu buah dicuci untuk menghilangkan lapisan lendirnya. Biji-biji ini bisa dikering anginkan sebelum disemai. Bibit sirung berasal dari tunas yang tumbuh pada tunggul bekas potongan batang saat kayu manis dipanen. Biasanya pemanenan kayu manis dilakukan dengan cara pemotongan batang setinggi 5 sd. 10 cm. dari atas permukaan tanah. Selang sebulan kemudian tunas-tunas akan bertumbuhan. Pada saat itulah tunggul tersebut ditimbun dengan tanah yang kaya akan humus. Selanjutnya tunas-tunas tersebut dibiarkan tetap tumbuh sampai sekitar dua tahun. Setelah itu dilakukan pemisalah sirung dari batang induknya. Bisanya disisakan satu tunas untuk tetap menjadi individu baru pada tunggul bekas potongan tersebut.

Tanaman kayu manis mulai bisa dipanen (sebagai penjarangan), pada umur 6 tahun. Kemudian pada umur 10 tahun kembali dilakukan panen kedua. Baru pada umur 15 tahun dilakukan pemanenan secara menyeluruh. Pada tahun ke 15 tersebut, tanaman yang ditebang pada umur 6 tahun telah menghasilkan individu tanaman dengan umur 10 tahun. Sementara yang dipanen pada umur 10 tahun telah menghasilkan tanaman baru dengan umur 5 tahun. Diameter batang pada saat dilakukan pemanenan berukuran antara 30 cm. sampai dengan 50 cm, tergantung dari umur tanaman, kondisi bibit saat ditanam dan tingkat kesuburan tanah. Bibit asal sirung, memiliki daya pertumbuhan relatif lebih cepat dibanding bibit berasal dari biji. Ada beberapa cara pemanenan. Pertama batang langsung ditebang dan dikuliti. Cara kedua, kulit dikelupas terlebih dahulu dan dibiarkan menumbuhkan khalus (kulit) baru, sebelum akhirnya ditebang. Cara ini lebih cepat menghasilkan tunas dibanding dengan cara penebangan biasa. Ada pula cara panen dengan pemukulan kulit batang pohon sampai memar, lalu dibiarkan selama dua bulan sebelum kulit dipanen. Cara ini bisa mempertebal kulit hingga volume panen bertambah. Di Vietnam, cara panen dilakukan dengan mengupas kulit batang berbentuk persegi berselang-seling seperti kotak panan catur. Setelah kotak bekas kupasan kulit pertama pulih, dilakukan pengupasan kotak berikutnya. Dengan cara ini produktifitas kulit yang dipanen bisa lebih tinggi.

Produk katu manis, baik Ceylon Cassia, Cassia Vera maupun Chinese Cassia, biasanya diperdagangkan dalam bentuk kulit kering. Penggunaan kulit kayu manis, bisa berupa kulit utuh untuk bumbu masakan. Misalnya pada gulai kambing. Bisa juga dalam bentuk serbuk seperti yang telah dilakukan sejak ribuan tahun sebelum Masehi. Tetapi pemanfaatan kayu manis secara modern biasanya dalam bentuk minyak asiri maupun oleoresin. Minyak asiri atau minyak terbang adalah produk destilasi dari serbuk kulit kayumanis atau bagian tanaman lainnya. Sementara oleoresin adalah hasil ekstraksi dari serbuk tersebut. Nilai oleoresin lebih tinggi dibanding dengan minyak asirinya. Sebab dalam oleoresin selain terkandung minyak asiri, juga terikut pula rasa pedas dari produk yang diekstrak. Meskipun teknologi pengolahan serbuk kayu manis menjadi oleoresin sudah sudah bukan lagi merupakan rahasia, namun sampai dengan saat ini Indonesia masih belum mampu mengembangkan produk ini. Jago oleoresin dunia tetap didominasi oleh Perancis dan India. Sementara Indonesia sebagai salah satu penghasil kayu manis dunia, harus puas bisa menjualnya dalam bentuk kulit kering utuh.

dari http://foragri.blogsome.com/kayu-manis-kerinci-sebagai-komoditas-unggulan/

Read More ..

cara dan tips budidaya kaktus


Syarat tumbuh tanaman kaktus antara lain : berada pada ketinggian 1200 mdpl, suhu udara berkisar antara 160-340C. Untuk perkecambahan biji (benih), membutuhkan suhu antara 260-350C. Khusus untuk kaktus hibrida hasil penempelan, dapat tumbuh di daerah pegunungan bersuhu 160-240C. Dapat pula hidup di dataran rendah bersuhu panas, tetapi menyebabkan warna batang cenderung kusam. Kelembaban udara (rH) berkisar antara 30%-90%. Curah hujan rendah, 60 mm/bulan. Intensitas penyinaran 50-80%.



PERBANYAKAN TANAMAN

Tanaman kaktus dapat diperbanyak dengan menggunakan dua cara, antara lain :

1. Perbanyakan Generatif

Kaktus dapat diperbanyak dengan menggunakan biji yang telah diseleksi terlebih dahulu.

2. Perbanyakan Vegetatif

Perbanyakan vegetatif kaktus dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:

a. Stek batang atau cabang

Perbanyakan ini bertujuan untuk memproduksi batang bawah.

b. Anakan

Jenis kaktus yang dapat diperbanyak dengan cara ini adalah kaktus yang berukuran bulat dan pendek.

c. Penyambungan (Grafting,Enting)

Prinsip penyambungan adalah menggabungkan dua jenis kaktus untuk memperoleh tanaman baru yang berkualitas baik dan memiliki harga jual yang tinggi.

Adapun metode penyambungan yang dilakukan antara lain:

- Metode sambung rata (Flat Grafting)

- Metode sambungan celah atau belah (Split Garafting)

- Metode sambungan serong (Side Grafting)

MEMPERBANYAK KAKTUS DENGAN CARA GRAFTING

*

Menyiapkan media tanam dan pot
*

Mengisi pot dengan media tanam dan menempatkan pot

*

Memilih induk batang bawah (understeam)

*

Menanam batang bawah

*

Memilih induk batang atas (entres)

*

Memotong bahan batang atas dari induknya www.erik_kaktus.indonetwork.co.id
*

Menempelkan batang atas pada batang bawah

TEMPAT TANAM

Tempat yang digunakan untuk tanaman adalah pot. Pot yang digunakan antara lain terbuat dari : tanah liat, plastik, semen, keramik, kaca dan lain-lain.

MEDIA TANAM

Media tanam yang dapat digunakan untuk tanaman kaktus dapat dikombinasikan dengan bahan-bahan yang tersedia

*

tanah porous
*

pupuk organik/kompos matang
*

pasir kasar, pasir kali,
*

batu kapur bubuk
*

potongan pakis
*

arang kayu bubuk

(misal, pasir sungai bersih, humus tua, pupuk kandang/kompos matang, dengan perbandingan 2 : 1 : ½ ).

Media tanam alternatif yang dapat digunakan, antara lain :

a. Pupuk kandang

b. Sekam padi

c. Pasir

PENANAMAN

Penanaman kaktus dimaksudkan untuk memindah tanamkan bibit kaktus dari persemaian atau dari pot kecil ke pot besar untuk tujuan pemeliharaan secara permanen.

PEMELIHARAAN

Pemeliharaan tanaman meliputi :

1. Penempatan pot tanaman

2. Penyiraman

3. Pemupukan

4. Sanitasi dan Repotting

HAMA

Hama yang sering yang sering menyerang tanaman kaktus adalah :

1. Kutu sisik (Pseudococcus s.)

2. Kutu batok (Aspidiotus sp.)

3.Kutu wol (Dactylopius tomentosus).

Hama tersebut dapat dikendalikan dengan menggunakan insektisida dengan dosis yang disesuaikan dengan ketentuan Good Agribisnis Practises (GAP).

dari http://erikarianto.wordpress.com/2007/11/09/budidaya-kaktus/

Read More ..

cara dan tips budidaya alpukat

Tanaman alpukat (Persea americana Mill atau Persea gratisima Gaertin) wujud atau bentuk pohonnya bermacam-macam, mulai dari pohon lurus dengan batang yang kokoh kuat sampai pohon-pohon yang lebih kecil merimbun seperti semak. Tanaman alpukat asal biji dapat mencapai ketinggian 15 m - 20 m, sedangkan tanaman alpukat hasil mengenten dan mengokulasi lebih rendah. Batangnya alpukat bercabang rendah dengan tajuk pohon berdaun rapat. Daunnya alpukat berwarna hijau tua, berbentuk runcing sampai agak melebar, sepanjang 10 cm - 20 cm, daun-daun muda berwarna agak kemerah-merahan atau merah anggur.

Bunga alpukat berjenis kelamin dua, tumbuh tersusun dalam malai pada tunas pucuk dan tunas terminal. Bunga alpukat memiliki sifat unik: meskipun berjenis kelamin dua, penyerbukan sendiri tidak pernah terjadi. Tanama alpukat tergolong tanaman yang berbunga banyak. Bunga alpukat memiliki sifat yang disebut dikogami (dichogami), yaitu putik dan benang pada bunga masak secara tidak bersamaan. Bila putik dan benang sari masak secara bersamaan disebut bunga homogami. Bunga dikogami seperti bunga alpukat ini tidak mungkin melakukan penyerbukan sendiri. Putik bunganya berfungsi bila mengalami penyerbukan silang dari bungan pohon lain.

Proses pembuahan pada tanaman alpukat sama dengan tanaman buah-buahan yang lain. Setelah terjadi penyerbukan, yaitu berpindahnya serbuk sari dari kepala sari ke kepala putik, bila keduanya subur dan masak, terjadilah perkecambahan serbuk sari. Serbuk sari akan berkecambah tumbuh memanjang menjadi tabung sari (pollen tube), lalu bergerak masuk kedalam saluran tangkai putik (canalis stylinus), menuju kandung embrio (saccus embryonalis). Setelah itu, intisari atau sperma bersatu membuat bakal buah, membentuk zygote yang akan tumbuh menjadi embrio. Embrio adalah calon tanaman yang memiliki bakal akar (radicula), bakal batang (cauliculus), dan tunas (plumula). Setelah pembuahan tersebut maka pada stadia awal terjadilah secara cepat pembelahan dan pembesaran sel secara mitosis pada bakal buah (ovarium) dan bakal biji (ovulum). Sel-sel bakal buah akan membentuk jaringan daging dan kulit buah, yang disebut pericarp (pericarpium). Jaringan pericarp ini tersusun oleh tiga lapis jaringan, yaitu jaringan eksocarp, jaringan mesocarp, dan jaringan endocarp. Buah alpukat berukuran kecil sampai besar, beratnya bervariasi antara 100 gr - 2.300 gr; berbentuk beragam, ada yang bulat, bulat lonjong, bulat agak runcing pada tangkai, atau bulat seperti bolam. Buah alpukat dinyatakan sebagai buah yang unik, merupakan satu-satunya buah berlemak dengan komposisi nutrisi dan energi yang tinggi. Selain itu, alpukat masih memiliki sifat unik lainnya, yaitu meskipun telah tua, buah alpukat tidak akan masak di pohon. Sifat buah alpukat ini dimanfaatkan para petani untuk menangguhkan panen. Dengan kata lain, buah alpukat dapat disimpan di pohon.


dari http://www.benss.co.cc/budidaya-tanaman/69-alpukat

Read More ..

cara dan tips budidaya merawat Anthurium

perawatan Anthurium baik yang bunga dan yang daun harus memperhatikan media tanamannya. Sebab media ini sangat penting untuk perkembangan akar. “Jangan menggunakan tanah sebab akan mengikat akar sehingga akar sulit berkembang,” paparnya.

Akar yang tumbuh bagus akan terlihat dari kondisi tanaman yang bagus. Seperti yang dikatakan Ahmad fauzi pemilik Jelajah Nursery Sawangan, media tanam dan pot harus memiliki sirkulasi yang bagus. Fungsinya, untuk menghindarkan jamur yang seringkali menyerang akar.

Novi menambahkan, sebaiknya gunakan media yang disukai Anthurium yaitu yang porous berupa campuran arang sekam dan pakis cacah. Tujuannya agar akar-akar dari Anthurium ini mudah untuk tumbuh dan menyebar.

Selain itu pergantian media tanam ini diperlukan jika pot sudah terlalu kecil bagi pertumbuhan akar. Pindahkan tanaman beserta medianya ke pot yang baru dan kemudian tambahkan media baru hingga memenuhi pot.


Perhatikan Penempatan

Menurut Ahmad Fauzi, di alam aslinya Anthurium berada di tempat-tempat yang ternaungi pohon-pohon besar dan hanya butuh sinar matahari sedikit. Maka tempat yang teduh seperti di beranda rumah, teras belakang rumah atau di ruangan keluarga menjadi tempat yang cocok bagi Anthurium.

"Daun Anthurium akan berubah menguning, istilahnya terbakar jika terkena sinar matahari secara terus menerus dalam waktu lama,” kata Ahmad Fauzi.

Keindahan anthurium yang ditempatkan di taman rumah sebaiknya berdekatan dengan pohon besar yang bisa menaunginya atau jika tidak ada gunakan parenet cukup 75% saja. Untuk tanaman yang berada di dalam rumah, ada baiknya setiap 1—2 minggu sekali di keluarkan pada pagi hari sekitar 15 menit agar terkena sinar matahari langsung.

“Penyiraman bisa dilakukan sehari sekali. Jika cuaca panas bisa dua kali, pagi dan sore,” uarai Novi. Jika media tanamnya masih basah, sebaiknya penyiraman dilakukan 2 hari sekali. Sedangkan untuk tanaman yang berada di teras rumah menurut Fauzi sebaiknya sering diputar posisinya sehingga tanaman bisa tumbuh seimbang.

Agar daunnya tetap indah, bunga yang muncul pada Anthurium daun biasanya sengaja dibuang jika tidak untuk keperluan bibit. Namun sebaliknya terhadap Anthurium bunga.

Bagi pemilik Anthurium daun, Novi menyarankan, agar tampak mengkilap, daunnya bisa dibersihkan dengan menggunakan susu. Caranya, bersihkan daun dengan air, lalu olesi atau semprotkan cairan susu tersebut ke daun dan kemudian daun dilap hingga kering. Namun car aini tidak perlu dilakukan tiap hari lantaran bisa mengikis berapa lapisan yang dibutuhkan daun agar jadi keras.

Keindahan struktur daun dan bunganya juga tidak terlepas dari cara pemupukannya. Pupuk diberikan sesuai dengan kebutuhan. “Gunakan pupuk NPK seimbang ecara rutin dengan dosis kecil atau 2 gram per liter air,” kata Ahmad Fauzi.

Larutkan pupuk dalam air dan disiramkan ke tanaman dan jangan sampai mengenai daunnya. Sementara Novi menyarankan menggunakan pupuk slow realease. Penggunaannya pun tidak banyak dan cukup diberikan sekali dalam 3 bulan.


dari http://sekargarden.multiply.com/journal/item/2/Trik_Merawat_Anthurium

Read More ..

Sang Primadona Gelombang Cinta


Gelombang Cinta yang satu ini adalah sejenis tanaman hias. Anda yang suka bercocok tanam dan berkebun pasti mengenalnya. Dan, Anda pun pasti tahu tanaman ini masih menjadi primadona. Di setiap acara pameran dan bursa tanaman, ia termasuk yang diburu. Harganya bisa puluhan, bahkan ratusan juta rupiah.

Tengok saja aksi dan daya magnet Gelombang Cinta di ajang Trubus Agro Expo 2008, Sabtu (1/3) di Parkir Timur Senayan, Jakarta. Dipamerkan bersama sederet tanaman top lain seperti Jemani Cobra, pakis bulu, kaktus, kamboja, dan lain-lain, Gelombang Cinta termasuk yang begitu menggoda perhatian.

Gelombang Cinta nan eksotis sungguh bisa menjadi sandaran hidup pelaku budidaya tanaman hias.

Simak pengalaman Budi (bukan nama sebenarnya), seorang pengusaha tanaman hias. Tiga bulan lalu, ia membeli 100 pohon Gelombang Cinta dengan harga Rp 11.000 per pohon. Selang beberapa hari, ia bisa menjual dengan harga Rp 300.000 per pohon.

Bisnis Gelombang Cinta memang menggiurkan. Sumber INILAH.COM mengungkapkan, ada pengusaha tanaman hias yang khusus membudidayakan tanaman yang termasuk jenis anthurium ini.

Si Pengusaha mengawalinya dengan membeli bibit Gelombang Cinta yang berumur kurang dari enam bulan. Harga per bibit ratusan ribu rupiah.

Dengan kesabaran, ketelatenan, keapikan, dan suka citanya kepada tanaman, si pengusaha merawat bibit itu hingga tumbuh membesar. Ringkasnya, dalam tempo lima tahun, si pengusaha bisa melego Gelombang Cinta-nya dengan harga sampai Rp 50 juta per pohon!

Penggemar tanaman hias yang sangat kepincut dengan Gelombang Cinta, konon, tak lagi terlalu berhitung soal harga. Begitu cintanya kepada sang primadona, seseorang dikabarkan rela membayar sebuah Gelombang Cinta dengan harga setara sebuah Kijang Inova keluaran terbaru!

"Meski mahal, ternyata tetap saja banyak yang membelinya. Rata-rata sehari saya bisa menjual dua," kata Abidin, salah seorang penjual tanaman hias asal Cirebon yang sering menggelar dagangannya di berbagai arena pameran di Tanah Air.

Gelombang Cinta sang primadona seolah menjadi sihir baru yang mampu menggerakkan hati orang-orang yang sebelumnya bahkan tidak punya ketertarikan sama sekali terhadap tanam-tanaman.

Kini, bahkan, banyak orang menginvestasikan dananya untuk berbisnis tanaman hias jenis anthurium dengan Gelombang Cinta sebagai maskotnya.

Apa sih khasiat Gelombang Cinta?

Belum ada lembaga penelitian yang membuktikan bahwa sang primadona punya khasiat tertentu. Jadi bahan obat-obatan, misalnya. Jadi, apa manfaat sesungguhnya Gelombang Cinta bagi kehidupan sehari-hari manusia, belum jelas.

Sejauh ini, yang sudah jelas adalah Gelombang Cinta itu termasuk tanaman anthurium yang tampilannya memang layak diandalkan sebagai hiasan. Lalu, bak mitos, Gelombang Cinta ternyata jadi primadona yang mampu menyedot cinta para pecinta tanaman hias sehingga harganya pun membubung.

Boleh jadi, daya magnet sang primadona ini sesuai namanya: Gelombang Cinta. Menghanyutkan, bisa juga membutakan. Dan, jika sudah begitu, harga tak masuk akal pun 'ditabrak' terus. Terpenting bisa memboyong Gelombang Cinta

dari http://www.inilah.com

Read More ..

cara dan tips budidaya Aglaonema


Hindarkan Air Kaporit
Agar agalonema terlihat segar setiap saat, banyak yang menggunakan alternatif dengan menyiram bagian daunnya. Namun siapa mengira kalau jenis air untuk menyiram aglaonema juga penting diperhatikan. Intinya, tak sembarang jenis air bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan aglaonema. Meski hanya untuk kebutuhan estetika.
Memilih jenis air sebaiknya menghindari yang mengandung kaporit. Lebih baik menggunakan air murni ataupun air sumur yang belum terkontaminasi bahan kimia. Namun bagi Anda yang di daerahnya hanya terdapat air ledeng, dimana sudah dipastikan kadar kaporit yang terkandung di dalamnya, yaitu bisa menggunakan alternatif dengan mendiamkan air selama 2-4 hari. Itu dilakukan untuk mengendapkan unsur kaporit di dalam air. Barulah air bisa digunakan dengan mengambil bagian atasnya dan sisakan endapan airnya. Maka, air aman disemprotkan pada aglaonema.
Periksa Media Tanam
Pasti bukan hal yang menyenangkan jika daun aglaonema terlihat lebih kecil dari semula. Banyak faktor yang berpotensi untuk mempengaruhi tampilan aglaonema ini. Salah satunya berhubungan dengan unsur media tanam. Langkah awal yang bisa dilakukan jika menemui perubahan tampilan pada aglaonema adalah dengan memeriksa media tanam.
Jika media terasa keras dan padat, itu menandakan harus segera diganti. Pasalnya, media yang keras dan padat bisa menyebabkan pertumbuhan akar berhimpitan dan sulit untuk berkembang. Jika struktur akarnya banyak percabangan dan kesannya semrawut, sebaiknya dipangkas.
Sebab, rimbunnya akar akan menghambat pertumbuhan tanaman, meski unsur hara yang ada dalam media bisa terserap dengan cepat. Barulah aglaonema yang dipangkas akarnya dapat ditanam lagi pada pot yang lebih besar, agar memberikan kemudahan bergerak pada fase pertumbuhan akar nantinya. Siram hingga air menetes dari pot, maka tanaman akan segar kembali. Periksa Akar
Hampir serupa dengan kasus sebelumnya, hanya kali ini bagian daun aglaonema terlihat layu dan lemas, sehingga berdampak pada tampilan tanaman yang tak menunjukkan aura dan karakternya. Kebanyakan menduga, tanaman kekurangan asupan vitamin ataupun pupuk hingga hal fatal pun terjadi, yaitu pemberian dosis pupuk atau vitamin melebihi prosedur yang dianjurkan, dimana banyak yang menggunakan bahan kimia untuk mempercepat efeknya.
Bukannya semakin membaik, kondisi aglaonema malah semakin parah. Bahkan tak sedikit aglaonema mati, karena keracunan unsur kimia. Itu seringkali dikeluhkan para penggemar aglaonema. Untuk mengetahui penyebab layu dan lemasnya daun aglaonema, coba periksa bagian akarnya. Bila akar lodoh (bola akar, red) berwarna coklat kehitaman, tandanya cendawan sudah bersarang, sehingga langkah yang diambil adalah dengan membuang akar yang bersarang dan oleskan fungisida di bagian bekas potongan hingga menutup permukaan.
“Tanam kembali aglaonema di pot dan media yang baru. Tentunya, media yang dapat digunakan adalah non pupuk kandang. Biasanya, bisa diaplikasikan dengan arang sekam, cocopeat (serbuk sabut kelapa, red), pasir malang serta kapur untuk menetralisir kadar keasaman media

dari http://tabloidgallery.wordpress.com/2008/04/10/cara-cepat-merawat-aglaonema/

Read More ..

cara dan tips budidaya jamur


langkah pertama, bahan medianya yang berupa biji-bijian atau campuran serbuk gergajian albusia (SKG) ditambah biji millet 1 (42%) : 1 (42%). Bahan baku ini adalah yang terbaik.

Langkah kedua, bahan baku dicuci dan direbus selama 30 menit menggunakan pressure cooker atau panci. Langkah ketiga, bahan baku tersebut ditiriskan dengan ayakan. Tambahkan 1% kapur (CaCl3), 1% gypsum (CaSO4), vitamin B kompleks (sangat sedikit) dan atau 15 persen bekatul. Kadar air 45-60 % dengan penambahan air sedikit dan pH 7.

Langkah keempat, bahan baku tersebut lalu didistribusikan ke dalam baglog polipropilen atau botol susu atau botol jam pada hari itu juga. Perbotol diisi 50-60% media bibit, disumbat kapas/kapuk, dibalut kertas koran/alumunium foil. Langkah kelima, sterilisasi dalam autoclav selama 2 jam atau pasteurisasi 8 jam pada hari itu juga. Temperatur autoclave 121 derajat C, tekanan 1 lb, selama 2 jam. Temperatur pasteurisasi 95 derajat C.

Langkah keenam, lakukan inokulasi dengan laminar flow satu hari kemudian. Setelah suhu media bibit turun sampai suhu kamar dilakukan inokulasi bibit asal biakan murni pada media PDA (sebanyak 2-3 koloni miselium per botol bibit). Langkah ketujuh, inkubasi (pertumbuhan miselium 15-21 hari) pada ruang inkubasi/inkubator, suhu 22-28 derajat C.

Langkah kedelapan, botol atau baglog isi bibit dikocok setiap hari, dua hingga tiga kali. Hal ini dilakukan agar pertumbuhan miselium bibit jamur merata dan cepat serta media bibit tidak menggumpal/mengeras. Kesembilan, bibit induk dipenuhi miselium jamur dengan ciri pertumbuhan miselium jamur kompak dan merata.

Langkah terakhir, jamur tersebut digunakan sebagai inokulan/bibit induk/bibit sehat perbanyakan ke 1 dan ke 2. Bibit ini disimpan dalam lemari pendingin selama 1 tahun, bila tidak akan segera digunakan.
Tahap selanjutnya adalah memproduksi jamur tiram (Pleurotus spp). Dalam tahapan ini juga ada 10 langkah. Pertama, siapkan serbuk kayu gergajian albasia. Rendam selama 0-12 jam (bergantung pada spesies/strain serbuk kayu yang digunakan). Langkah kedua, tiriskan sampai tidak ada air, pada hari itu juga dengan mengunakan saringan kawat atau ayakan kawat.

Langkah ketiga, membuat subtrat/media tumbuh, pada hari itu juga. Tambahkan 5-15 % bekatul atau polar (bergantung pada spesies/strain yang digunakan), 2% kapur (CaCO3), 2% gypsum (CaSO4) dan air bersih, diaduk merata, kadar air substrat 65%, pH 7.

Langkah keempat, distribusikan kedalam baglog polipropilen pada ahri itu juga. Padatkan dalam wadah tersebut, beri lubang bagian tengah, dipasang mulut cincin pralon, kemudian ditutup dengan kapas/kertas minyak. Langkah kelima, sterilisasi/pasteurisasi, satu hari kemudian. Simpan dalam kamar uap atau kukus dalam drum dengan suhu media di dalam baglog 95-120 derajat C selama 1-3 kali 8 jam bergantung pada jumlah substrat yang akan di pasteurisasi. Langkah keenam, inokulasi substrat dengan spawn di ruang inokulasi. Setelahsuhu baglog substrat turun sampai suhu kamar, inokulasikan bibit pada substrat dalam laminar flow. Bibit 10-15gr/kg substrat.

Langkah ketujuh, inkubasi baglog substrat (pertumbuhan miselium 15-30 hari). Rumah jamur/kubung/ruang inkubasi dijaga tetap kering dan bersih, suhu 22-28 derajat C tanpa cahaya. Langkah kedelapan, baglog substrat dibuka cincin dibuka (7-15 hari kemudian). Cara membuka berbeda-beda, tergantung jenis jamur kayu yang digunakan.

Langkah kesembilan, baglog disusun di rak dalam rumah jamur (pertumbuhan jamur 10-15 hari kemudian, tumbuh pin head/bakal tumbuh buah). Bakal tumbuh buah tersebut disiram air bersih agar jamur tumbuh. Untuk jamur tiram, yang disiram rumah jamurnya. Untuk jamur kuping penyiraman langsung pada substrat sampai basah kuyup. Suhu rumah jamur 16-22 derajat C RH : 80-90 %.

Langkah terakhir panen jamur tiram/kuping. Panen kurang dari 9 kali dalam waktu kurang dari 1,5 bulan tergantung cara pemeliharaan/penyiraman jamur dan kebersihan kubung. Atau sisa panen 2-5 kali seminggu.

Faktor penting yang harus diperhatikan dalam budidaya jamur tiram ini adalah masalah higienis, aplikasi bibit unggul, teknlogi produksi bibit (kultur murni, bibit induk, bibit sebar), teknologi produksi media tumbuh/substrat dan pemeliharaan serta cara panen jamur tiram.
dari http://pringkuning.multiply.com/journal/item/2

Read More ..

Jenis Jenmanii Hibrid


Bagi Anda yang gemar berburu anthurium, seberapa banyak uang yang disiapkan untuk berburu tanaman langka, itu tak jadi masalah. Tak hanya harga yang terkadang tak masuk akal, tapi yang penting adalah apakah Anda siap menghamburkan waktu luang untuk keluar-masuk kota atau desa. Pasalnya, anthurium jenis baru sering keluar dalam hitungan minggu dari beberapa kota dan desa. Jika kita menyimak, beberapa pemberitaan di media cetak tanaman hias, jenis anthurium hibrid saat ini sering keluar dan harga yang ditawarkan pun membuat bulu kuduk merinding.

Itu tak perlu membuat Anda pusing, karena pada dasarnya proses penyilangan anthurium bisa dilakukan dan sifatnya gampang-gampang susah. Meski terlihat mudah, langkah yang tepat bisa berakhir fatal, yaitu bisa berupa matinya tongkol. Namun, teknik penyilangan ini juga sering berhasil, meski dilakukan orang awam. Anda pun bisa melakukan proses penyilangan sendiri. Mau tahu caranya?

Berikut langkah yang bisa Anda lakukan untuk menyilangkan anthurium kesayangan:



1. Siapkan dua indukan yang siap dikawin. Umumnya sebelum dilakukan persilangan, indukan sudah dicek, apa sudah keluar madu atau serbuk sarinya.
2. Bersihkan tongkol yang akan disilangkan. Tongkol yang umumnya tak memiliki serbuk sari disterilisasi dengan menggunakan kuas. Lakukan hal ini sampai beberapa menit.

Sama dengan proses sterilisasi, lakukan penguasan pada tongkol yang sudah mengeluarkan serbuk sari. Dalam proses ini, tampung serbuk sari yang jatuh dari proses ini dengan media semacam kertas dan sebagainya.
4. Kemudian proses penyerbukan dilakukan secara manual. Caranya, serbuk sari yang sudah jatuh di kertas tempelkan pada tongkol lain dengan cara dikuas. Lakukan hingga serbuk sari habis.
5. Langkah terakhir adalah menutup tongkol yang sudah disilangkan dengan plastik. Tujuannya, agar kondisi tongkol steril dan proses pembuahan berjalan sempurna.

Proses penyilangan tersebut harus dilakukan dengan benar dan diperhitungkan. Pasalnya, jika proses dilakukan salah, maka tongkol bisa saja mogok berbuah atau bahkan bisa mati. Namun untuk gagal atau matinya tongkol silangan terjadi sangat minim. Dalam prosentase kegagagalan terjadi sekitar 5 sampai 20 %.

AB Suroto, Pebisnis dan Kolektor Anthurium di Desa Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jateng, mengatakan kunci keberhasilan menciptakan jenis baru adalah berani bermain indukan. Artinya, dalam proses budidaya, uji coba itu penting demi mendapatkan ukuran yang pas.

Dalam nurserinya yang bercampur dengan bengkel ini, ia memiliki lebih dari 5 indukan. Ia punya jenmanii naga, jenmanii golden, jenmanii black, jenmanii 7 arah mata angin, dan masih banyak lagi. Bukannya ingin melengkapi koleksi, baginya kehadiran indukan itu merupakan mesin untuk mencetak jenis baru.

Selama ini, ia memang lebih berpikir konservatif, yaitu lebih mementingkan proses budidaya daripada bisnis. Baginya, melihat jenis baru buah ciptaannya adalah pengalaman yang sangat bernilai dan tak ada duanya. Pola pikir Suroto pun ternyata ada hasilnya. Sejak tahun 2003, dengan bermodal awal Rp 250 juta, kini omzet dan sejumlah koleksinya berharga lebih dari milyaran rupiah. Memang ia mengaku, awalnya harus menjual barang sana dan sini untuk membeli indukan.

Ûntuk mendapatkan anakan yang berkualitas dan dijamin unik, maka cobalah trik yang biasa digunakan Suroto untuk berproduksi anthurium jenis baru. Sempat mengalami kegagalan, akhrinya ia pun berhasil menemukan sejumlah rumus yang sering ia gunakan. Berikut rumus yang sering dipakai:

* Black Jenmanii dengan Jenmanii Oval (jenmanii oval hibrid, black jenmanii hibrid, red jenmanii hibrid, dan sebagainya).
* Black Jenmannii dengan Red Jenmanii (jenmanii oval hibrid, jenmanii red soliter hibrid, jenmanii jaipong, jenmanii jaipong hibrid, dan sebagainya).
* Jenmanii Dragon dengan Black Jenmanii (jenmanii oval hibrid, jenmanii red soliter hibrid, jenmanii jaipong, jenmanii jaipong hibrid, dan sebagainya).
* Jenmanii dan Gelombang Cinta (gelombang cinta giant, gelombang cinta brasilian).
* Black Jenmanii dan Jaipong (jenmanii oval hibrid, black jenmanii hibrid, red jenmanii hibrid, jenmanii 7 arah mata angin, dan sebagainya).
* Keris dan Gelombang Cinta (Kristi dan Gelombang Cinta Giant).


dari http://tabloidgallery.wordpress.com/2007/11/15/teknik-silangkan-anthurium/

Read More ..

cara dan tips budidaya mengkudu

Tanaman mengkudu merupakan tanaman tahunan (perenial) yang berbentuk perdu, dengan ketinggian antara 3-8 m. batang tanaman keras dan berkayu yang tumbuh ke atas serta mempunyai banyak percabangan. Cabang-cabang tumbuh mendatar dengan arah keluar kanopi tanaman. Daun termasuk daun tunggal, terdiri atas satu helai daun setiap satu tangkai daun (petiolus). Berbentuk lonjong, dengan ukuran panjang antara 10-40 cm dan lebar antara 15-17 cm, tergantung tingkat kesuburan tanaman. Permukaan daun bagian atas berwarna hijau mengkilap, sedagkap permukaan bagian bawah berwarna hijau agak pucat. Tangkai daun pendek dan melekat pada batang atau cabang secara berselang-seling atau berpasangan. Semakin subur pertumbuhan tanman, semakin rimbun dan besar ukuran daunnya.

Tanaman mengkudu bebunga sempurna (hermaprodite) dan menghasilkan buah semu majemuk. Buah mengkudu mempunyai bentuk yang bervariasi (agak bulat, agak lonjong atau panjang), dengan permukaan yang tidak rata. Buah stadium muda berwarna kahijau-hijauan dan berubah menjadi hijau keputih-putihan ketika memasuki stadium tua (matang).

Tanaman mengkudu belum banyak diteliti untuk pemuliaan tanaman. Di alam ditemukan dua jenis mengkudu, didasarkan pada struktur buahnya, yaitu jenis mengkudu berbiji (mengandung banyak biji)dan jenis mengkudu tanpa biji. Buah mengkudu yang tak berbiji sering dikenal sebagai “pace sukun”.

Kandungan Kimia dan Manfaatnya

Tanaman mengkudu tergolong tanaman yang serba guna. Tanaman ini dapat dijadikan penghias halaman atau di kebun secara khusus sepeti di lahan kering tegalan. Bagian tanamn yang paling penting dalam kehidupan sehari-hari adalah daun dan buahnya. Daun mengkudu mempunyai rasa yang agaklangu atau sedikit pahit, tetapi mempunyai kandungan vitamin A yang tinggi hamper sema dengan daun kacang panjang, daun katuk, daun singkong, wiortel, dan daun papaya. Buah mengkudu stadium muda dapat digunakan sebagai rujak bebeg. Hasil penelitian menunjukan bahwa zat penting yang terkandung dalam buah mengkudu terdiri atas terpenoid, pewarna, anti bakteri, asam glukuronat, gum arab, galaktosa, arabinosa, rhamnos, nutrisi, skopoletin, zat anti kanker (damnacanthal) dan xeronine serta proxeronine.

Daun mengkudu dapat dimanfaatkan sebagai sayuran, antara lain pepes daun mengkudu, gangan, urap, gilai dan lalap matang. Atau bisa juga hanya dengan direbusdan dimakn dengan sambal. Sedangkan buah mengkudu dapat diolah menjadi sari buah (juice) mengkudu dan dodol mengkudu.

Selain dimanfaatkan ebagai sayuran, mengkudu dapat juga digunakan sebagi penyembuh penyakit. Daun muda mengkudu berkhasiat sebagai anti kanker, obat peluruh empedu, sakit ginjal, hipertensi, luka, masuk angin (sebagai tapal di perut), disentri, diabetes mellitus, jantung koroner, kolesterol tinggi dan meningkatkan stamina.

Lingkungan tumbuh

Tanaman mengkudu dapat tumbuh baik pada daerah dataranrendah dengan ketinggian 0-500 m dpl, suhu udara antara 220-300 C, namun masih dapat tumbuh hingga suhu 320 C. kelembaban udara (RH) antara 50-70 %. Curah hujan antara 2 000-3 000mm/tahun, dan cukup mendapat sinar matahari. Mengkudu toleran terhadap naungan atau keadaan teduh, sehingga cocock ditanam di pekarangan. Mengkudu menghendaki pH antara 5.5-6.5 dengan struktur subur, banyak mengandung humus, memiliki aerasi dan drainase yang baik. Jenis tanah ang cocok bagi pertumbuhan mengkudu adalah alivial, latosol, dan podsolik merah kuning.

BUDIDAYA TANAMAN MENGKUDU

1.

Penyiapan bibit tanaman

Bibit mengkudu dapat diperoleh dari perbanyakan generatif dan vegetatif. Pohon induk harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : memiliki pertumbuhan yang subur dan normal, berumur antara 3-5 tahun, dan produktif berbuah. Secara generatif yaitu dengan menggunakan biji, sedangkan vegetatif dapat dengan menggunakan setek batang atau cabang. Sampai saat ini belum ada data hasil penelitian yang berkaitan dengan teknologi pembibitan tanamn mengkudu. Meskipun demikian, perbanyakan dapat dilakukan dengan pancangkokan batang atau cabang.

1.

Penyiapan lahan

Lahan untuk budidaya mengkudu berupa lubang tanam. Ukuran dan jarak lubang tanam sangat bervariasi. Dapat dipilih dari 30cm x 30cm x 30cm; 40cm x 40cm x 40cm atau 60cm x 60cm x 60cm; dengan jarak 2.5m x 2m; 4m x 4m; atau 5m x 5m, tergantung tingkat kesuburan tanah. Lubang tanam dibuat 15 hari sebelum penanaman.

1.

Penanaman

Pada saat penanaman dan pengembalian tanah ke dalam lubang, terlebih dulu tanah tersebut dicampur dengan pupuk kandang sebanyak 20-40 kg/lubang. Penanaman dengan membuang polibag tetapi usahakan agar tanah dalam polibag tidak hancur dan pecah. Setelah penanaman, dilakukan penyiraman untuk menjaga kelembaban tanah dan mempercepat tanah menempel pada akar mengkudu.

1.

Pemeliharaan

Pemeliharaan yang biasa dilkaukan adalah penyiangan dan penggemburan tanah, pengairan, pemupukan, pembentukan pohon dan proteksi tanaman.

1.
*

Penyiangan dan penggemburan tanah

Penyiangan dapat dilakaukan sebulan sekali atau tergantung intensitas gulma yang ada. Penggemburan tanah dilakukan bersamaan dengan penyiangan untuk menjamin perakaran tumbuh baik.

1.
*

Pengairan

Pengairan dilakukan secara kontinyu, terutama pada fase awal pertumbuhan. Kemudian dikurangi secara bertahap atau disesuaikan dengan keadaan tanah. Yang terpenting adalah tanah jangan sampai kekeringan.

1.
*

Pemupukan

Pupuk yang diberikan berupa pupuk organik dan anorganik. Pupuk organik diberikan 6-8 kali setahun masing-masing 20-40 kg. Sedangkan pupuk anorganik diberikan 1-2 kali sebulan dengan dosis 100-300 gr/pohon campuran ure, SP-36, dan KCl; atau NPK sebanyak 300-500 gr/pohon. Pada fase pembuahan sebaiknya diberi pupuk SP-36 dosis lebih tinggi agar kontinyu berbuah.

1.
*

Pembentukan Pohon

Pembentukan pohon dengan memangkas cabang, ranting yang terlalu rimbun dan tidak sehat agar C/N ratio dalam tubuh tanaman seimbang sehingga tanaman produktif berbuah.

1.
*

Proteksi Tanaman

Proteksi dilakukan terhadap hama dan penyakit. Hama yang sering menyerang adalah semut, kutu putih, dan kutu daun. Sedangkan penyakit yang sering muncul adalah bercak daun dan kapang jelaga.

1.

Pemanenan

Panen pertama dilakukan pada saat tanman berumur 2 tahun. Pembuahan tarjadi secara kontinyu sepanjang tahun. Panen dapat dilakukan sampai 8 kali sebulan, sehingga dalam setahun dapat panen 88 kali.produktivitas buah per pohon adalah 5 kg setiap kali panen. Jika populasi tanaman tiap hektarnya ±400 pohon, maka produksi buah per tahun adalah 176 ton.panen paling baik dilakukan pagi atau sore hari. Panen dilakukandengan petik pilih menggunakan tangan karena buah yang matang rentan rusak dan penyok. Adapun karakteristik buah tua adalah ukurannya maksimum, kulit buah berwarna keputih-putihan dan terdapat benjolan atau bekas kelopak bunga berwarna coklat atau kahitam-hitaman. Penangan pasca penen pun harus sesegera mungkin untuk menghindari kerusakan buah, karena buah tua banyak mengandung air.

dari http://yprawira.wordpress.com/budidaya-aneka-tanaman-mengkudu/

Read More ..

cara dan tips budidaya wortel


PENGOLAHAN TANAH Tanah yang akan ditanami wortel diolah sedalam 30-40 cm. Tambahkan pupuk kandang sebanyak 1,5 kg/m2 agar tanah cukup subur. Bila tanah termasuk miskin unsur hara dapat ditambahkan pupuk urea 100 kg/ha, TSP 100 kg/ha, dan KCl 30 kg/ha. Selanjutnya dibuatkan bedengan selebar 1,5-2 m dan panjangnya disesuaikan dengan lahan. Tinggi bedengan di tanah kering adalah 15 cm, sedangkan untuk tanah yang terendam, tinggi bedengan dapat lebih tinggi lagi. Di antara bedengan perlu dibuatkan parit selebar sekitar 25 cm untuk memudahkan penanaman dan pemeliharaan tanaman. PENANAMAN Kebutuhan benih wortel adalah 15-20 g/10 m2 atau 15-20 kg/ha. Benih wortel yang baik dapat dibeli di toko-toko tanaman atau membenihkan sendiri dari tanaman yang tua. Jika membeli, pilihlah benih yang telah bersertifikat. Benih wortel dapat langsung disebarkan tanpa disemai dahulu. Sebelumnya, benih direndam dalam air sekitar 12-24 jam untuk membantu proses pertumbuhan. Kemudian, benih dicampur dengan sedikit pasir, lalu digosok-gosokkan agar benih mudah disebar dan tidak melekat satu sama lain. Benih ditabur di sepanjang alur dalam bedengan dengan bantuan alat penugal, lalu benih ditutupi tanah tipis-tipis. Berikutnya, bedengan segera ditutup dengan jerami atau daun pisang untuk menjaga agar benih tidak hanyut oleh air. Jika tanaman telah tumbuh (antara 10-14 hari), jerami atau daun pisang segera diangkat.

Pemeliharaan

Setelah tanaman tumbuh segera dilakukan pemeliharaan. Pemeliharaan pertama adalah penyiraman yang dapat dilakukan sekali sehari atau dua kali sehari jika udara sangat kering. Cara pemberian air yang lain ialah dengan jalan menggenangi parit di antara bedengan. Cara seperti ini dapat dilakukan bila terdapat saluran drainase. Tanaman yang telah tumbuh harus segera diseleksi. Caranya cabutlah tanaman yang lemah atau kering, tinggalkan tanaman yang sehat dan kokoh. Tindakan ini sekaligus diikuti dengan penjarangan yang berguna untuk memberikan jarak dalam alur dan menjaga tercukupinya sinar matahari sehingga tanaman tumbuh subur. Penjarangan menghasilkan alur yang rapi berjarak antara 5- 10 cm. Pemeliharaan selanjutnya adalah pemupukan yang sudah dapat dilakukan sejak tanaman berumur dua minggu berupa 50 kg Urea/ha, disusul pemberian kedua (1 atau 1,5 bulan kemudian) berupa urea sebanyak SO kg/ha dan KCl 20 kg/ha. Dosis dapat berubah sesuai kondisi tanah dan rekomendasi pemupukan yang ada. Cara pemupukan adalah dengan menaburkan pupuk pada alur sedalam 2 cm yang dibuat memanjang berjarak sekitar 5 cm dari alur tanaman. Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pendangiran. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung.

Hama dan Penyakit

Ada beberapa hama yang penting diketahui karena sering menyerang tanaman wortel di Indonesia, di antaranya sebagai berikut. Manggot-manggot (Psila rosae) Umbi wortel yang terserang memperlihatkan gejala kerusakan (berlubang dan membusuk) akibat gigitan pada umbi. Penyebab kerusakan ini adalah sejenis lalat wortel yang disebut manggot-manggot (Psila rosae). Periode aktif perusakan adalah saat larva lalat ini memakan umbi selama 5-7 minggu sebelum berubah menjadi kepompong. Umbi yang telah terserang tidak dapat di perbaiki, sebaiknya dicabut dan dibuang. Pencegahannya, saat tanaman wortel masih muda disiram dengan larutan Polydo120 g dicampur air sebanyak 100 liter. Untuk lebih meyakinkan hasilnya, pemberian Polydol diulangi lagi 10 hari kemudian. Semiaphis dauci Serangan hama ini ditandai dengan terhentinya pertumbuhan, tanaman menjadi kerdil, daun-daun menjadi keriting, dan dapat menyebabkan kematian. Hama ini umumnya menyerang tanaman muda sehingga menyebabkan kerugian besar. Hama perusak ini adalah serangga berwarna abu-abu bernama Semiaphis dauci. Pemberantasan dan pengendaliannya dilakukan dengan menyemprotkan Polydol 20 g dicampur air 100 liter. Atau dapat pula menggunakan Metasyttox 50 g dicampur air 100 liter. Penyakit Penyakit tanaman wortel yang dianggap penting antara lain sebagai berikut. Bercak daun cercospora Penyakit ini ditandai dengan bercak-bercak bulat atau memanjang yang banyak terdapat di pinggir daun sehingga daun mengeriting karena bagian yang terserang tidak sama pertumbuhannya dibanding bagian yang sehat. Penyebab penyakit ini adalah jamur Cercospora carotae (Pass). Penyebarannya dibantu oleh angin. Bagian tanaman yang lebih dahulu terserang adalah daun muda. Pengendaliannya dengan menanam biji yang sehat, menjaga sanitasi, tanaman yang telah terserang dicabut dan dipendam, serta pergiliran tanaman. Cara pengendalian yang lain adalah dengan menyemprotkan fungisida yang mengandung zineb dan maneb, yaitu Velimex 80 WP sebanyak 2-2,5 g/1 dengan volume semprot 400-800 1/ha. Busuk hitam (hawar daun) Gejala penyakit ini ditandai dengan bercak-bercak kecil berwarna cokelat tua sampai hitam bertepi kuning pada daun. Bercak dapat membesar dan bersatu sehingga mematikan daun-daun (menghitam). Tangkai daun yang terinfeksi menyebabkan terjadinya bercak memanjang berwarna seperti karat. Gejala pada akar baru tampak setelah umbi akar disimpan. Pada akar timbul bercak berbentuk bulat dan tidak teratur, agak mengendap dengan kedalaman sekitar 3 mm. Jaringan yang busuk berwarna hitam kehijauan sampai hitam kelam. Terkadang timbul pula kapang kehitaman pada permukaan bagian yang busuk. Penyebab penyakit ini adalah jamur Alternaria dauci yang semula disebut Macrosporium carotae. Pengendaliannya dengan pergiliran tanaman, sanitasi, penanaman benih yang sehat, dan membersihkan tanaman yang telah terserang (dicabut dan dipendam atau dibakar). Dapat juga digunakan fungisida, misalnya Velimex 80 WP sebanyak 2-2,5 g/1 dengan volume semprot 400-800 1/ha.

Panen dan Pasca Panen

Wortel dapat dipanen setelah 100 hari tergantung dari jenisnya. Pemanenan tidak boleh terlambat karena umbi akan semakin mengeras (berkayu) sehingga tidak disukai konsumen. Cara pemanenan dilakukan dengan jalan mencabut umbi beserta akarnya. Untuk memudahkan pencabutan sebaiknya tanah digemburkan dahulu. Pemanenan sebaiknya dilakukan pagi hari agar dapat segera dipasarkan.

dari http://plosorejo.wordpress.com/2009/04/28/budidaya-wortel/

Read More ..

Minggu, 24 Mei 2009

cara dan tips budidaya rampi


yaitu Buah wampi yang matang seringkali dikonsumsi dalam keadaan segar, karena enak rasanya dan mudah disenangi oleh penduduk. Daging buahnya (setelah bijinya dibuang) dapat dicampurkan ke dalam makanan pencuci mulut atau dibuat puding atau selai. Jeli dapat dibuat dari asam buah muda. Orang Cina menyuguhkan masakan berupa buah wampi yang berbiji, dicampur dengan daging. Di Asia Tenggara, semacam sampanye dibuat dari buah wampi dengan cara fermentasi, dicampur dengan gula, kemudian disaring dan dibuang sari buahnya. Dalam pengobatan tradisional, buah wampi muda yang dikeringkan dan irisan akar kering digunakan sebagai obat radang saluran pernapasan. Buahnya yang matang konon memiliki khasiat obat sakit perut dan untuk menurunkan panas, serta bertindak sebagai obat peluruh cacing. Rebusan daunnya digunakan untuk mencuci rambut untuk memberantas ketombe dan untuk mempertahankan warna rambut. Berkat pertumbuhannya yang rapat, wampi efektif sekali sebagai pagar hidup atau sebagai penahan angin.

Syarat Tumbuh

Wampi menyenangi iklim subtropik dan tropik. Tanaman ini dapat bertahan terhadap embun beku ringan dalam jangka waktu pendek (pada suhu -2° C), tetapi pohonnya akan mati pada suhu -6° C. Jenis ini tumbuh subur pada tanah liat yang kaya nutrisi, tetapi dapat tumbuh balk juga pada tipe tanah lain yang pengairannya balk. Umumnya wampi memerlukan persyaratan tumbuh yang mirip dengan untuk pohon jeruk.

Pedoman Budidaya

Wampi dapat diperbanyak dengan benih atau secara vegetatif dengan setek, cangkok, atau sambungan. Perkecambahannya berlangsung dalam beberapa hari. Perbanyakan pengabutan (mist propagation) setek batang muda telah berhasil balk. Hasil seleksi yang dikehendaki dapat disambungkan di atas semai wampi pada sembarang waktu. Sambungan di atas batang bawah jeruk menghasilkan tanaman yang cepat berbunga dan berbuah, tetapi dalam jangka panjang hasilnya jelek.

Pemeliharaan

Pemangkasan dianjurkan untuk menghindari berdesakannya cabang-cabang. Di atas tanah kapur, wampi cenderung mengalami klorosis, yang dapat diatasi dengan penggunaan unsur-unsur Mg dan Zn, serta pupuk kandang dan mulsa.

Hama dan Penyakit

--

Panen dan Pasca Panen

Pohon dewasa yang pertumbuhannya baik dapat menghasilkan buah sampai 45 kg dalam satu musim.

dari http://iptek.net.id/ind/teknologi_pangan/index.php?mnu=2&id=260

Read More ..

cara dan tips budidaya turnip


turnip Umumnya yang dijadikan sayur adalah umbinya yang merupakan hasil pembesaran akar. Sebagai sayuran, turnip mempunyai nilai gizi yang cukup tinggi, terutama karena banyak mengandung mineral kalsium, zat besi, vitamin A dan C, serta sejumlah vitamin B.

Syarat Tumbuh

Turnip dapat tumbuh dengan baik jika ditanam di daerah dataran tinggi yang sejuk. Tanaman ini juga dapat diusahakan di semua jenis tanah, tetapi yang paling baik adalah di tanah lempung.

Pedoman Budidaya

PERSIAPAN LAHAN DAN PENANAMAN Persiapan lahan dan pengolahan tanah untuk membudidayakan turnip sama dengan cara persiapan dan pengolahan tanah yang dilakukan pada wortel atau bit. Walaupun turnip dikembangbiakkan dengan biji, ia tidak perlu disemaikan terlebih dahulu, tetapi bisa langsung ditanam pada aluralur dengan jarak antaralur 25-30 cm.

Pemeliharaan

PENJARANGAN Setelah tanaman tumbuh dengan baik, tanaman itu perlu dijarangkan agar diperoleh umbi yang besar. Penjarangan dilakukan dalam tiap baris tanam sehingga jarak antartanaman menjadi sekitar I5 cm. Jarak ini tergantung dari jenis atau varietas yang ditanam. Jika varietas yang umbinya kecil, maka jaraknya diperkecil, demikian sebaliknya.

Hama dan Penyakit

Beberapa hama dan penyakit yang menyerang tanaman kubis juga sering menyerang tanaman turnip. Clubroot dan Blacroot merupakan penyakit yang cukup berbahaya. Sedangkan aphids, belatung akar, dan kumbang merupakan serangga yang sering menyerang tanaman turnip.

Panen dan Pasca Panen

Panen turnip dilakukan sama seperti pada panen wortel atau bit. Umumnya turnip dipanen 1,5 - 2 bulan, tergantung varietasnya Tanaman yang sudah dicabut, dipisahkan umbi dan daunnya. Selain umbinya, daunnya pun dapat dimasak seperti sayuran daun lainnya. Pada saat panen, ada juga yang tidak memotong daunnya. Dan, jika akan dipasarkan, pucuk-pucuk daunnya itu diikat menjadi satu.

dari http://iptek.net.id/ind/teknologi_pangan/index.php?mnu=2&id=208

Read More ..

cara dan tips budidaya terap


terap Di Sarawak, A. odoratissimus biasa dijumpai di hutan sekunder sampai ketinggian 1000 m dpl., pada tanah liat berpasir. Di Filipina, terap dapat tumbuh dengan balk di wilayah yang curah hujannya banyak dan jatuhnya merata, pada tanah yang kaya akan lempung, serta baik penyerapannya. Terap dijumpai di daerah yang setengah terlindung pada ketinggian 0 m sampai 800 m dpl.

Pedoman Budidaya

Terap diperbanyak dengan benih. Benih itu dikeluarkan dari buah yang masak, dicuci dengan air sebaik-baiknya dan langsung disemaikan di persemaian, pada medium tanah liat berpasir. Benih terap ini tidak dapat mempertahankan viabilitasnya dalam jangka waktu yang panjang. Semai kemudian dipindahtanamkan ke dalam wadah setelah daun pertamanya menjadi dewasa. Karena benih dapat berkecambah dengan baik, dapat pula langsung dikecambahkan pada wadah. Kecambah tumbuh sangat cepat dan siap ditanam di lapangan jika telah berumur sekitar 1 tahun. Jarak tanam di lapangan adalah 12-14 m, dan sebaiknya ditanam pada awal musim hujan. Percobaan perbanyakan terap dengan pencangkokan gagal memberikan hasil yang baik; cabang dapat berkalus 33-34 hari, tetapi gagal tumbuh akar. Terap dapat juga diperbanyak dengan tunas atau diokulasi pada 'gumihan' (A. elasticus) atau disambung-sanding (inarching) dengan sukun (A. altilis (Parkinson) Fosberg).

Pemeliharaan

Penyiangan dan pengairan secara teratur pada awal 2 atau 3 kali musim kering dapat menjaga pertumbuhannya. Tanaman terap dipupuk dengan l00-200 g amonium sulfat segera setelah ditanam, dan menjelang akhir musim hujan. Masing-masing pohon yang sedang berbuah dipupuk dengan 0,5-1 kg pupuk lengkap dua kali setahun. Pemangkasan hendaknya dilakukan terbatas pada cabang-cabang yang telah mati.

Hama dan Penyakit

Menurut pengamatan tidak ada hama dan penyakit yang membahayakan, kecuali binatang dewasa dari lalat buah oriental (Dacus umbrosus) yang menyerang buah. Penyemprotan secara modern dapat sangat menurunkan kerusakan oleh lalat buah pada tanaman-tana,man lain, jadi mungkin juga efektif untuk terap ini.

Panen dan Pasca Panen

Buah terap matang biasa dipanen secara manual menggunakan pisau bengkok yang diikatkan di ujung galah bambu panjang. Untuk memanen buah yang bobotnya berat dan berada di ujung ranting kecil tentu banyak risikonya. Buah yang empuk itu harus benar-benar ditangkap agar tidak jatuh ke tanah, tetapi ternyata kebanyakan buah akan jatuh juga. Buah terap lalu dipilah-pilah dan segera diangkut ke pasar dalam keranjang bambu atau karung, sebab daya tahan buah matang pendek sekali.

dari http://iptek.net.id/ind/teknologi_pangan/index.php?mnu=2&id=254

Read More ..

cara dan tips budidaya sukun


yaitu Buah sukun yang telah tua dapat direbus, digoreng, dibuat tepung dan keripik, serta dapat dibuat tape melalui fermentasi. Kayu tanaman sukun tidak dapat digunakan untuk bahan bangunan, tetapi tidak baik untuk kayu bakar. Demikian pula, kayu tanaman keluwih. Buah keluwih umumnya dipanen muda untuk disayur. Bunga jantan tanaman sukun yang telah kering dapat dimanfaatkan sebagai obat nyamuk. Rebusan daun sukun atau daun keluwih dapat digunakan untuk obat penyakit kuning (hepatitis).

Syarat Tumbuh

Tanaman sukun baik dikembangkan di dataran rendah hingga ketinggian 1200 m dpl yang bertipe iklim basah. Curah hujan antara 2.000-3.000 mm per tahun. Tanah aluvial yang mengandung banyak bahan organik disenangi oleh tanaman sukun. Derajat keasaman tanah seldtar 6-7. Tanaman sukun relatif toleran terhadap pH rendah, relatif tahan kekeringan, dan tahan naungan. Di tempat yang mengandung batu karang dan kadar garam agak tinggi serta sering tergenang air, tanaman sukun masih mampu tumbuh dan berbuah.

Pedoman Budidaya

Perbanyakan tanaman Biasanya tanaman sukun diperbanyak dengan setek akar atau cangkok. Walaupun tanaman dapat diperbanyak dengan okulasi atau sambung pucuk pada batang bawah semai keluwih, tetapi cara ini tidak dianjurkan karena persentase keberhasilannya rendah dan relatif lama. Akar samping pohon sukun ditarik ke atas, lalu dipotong sepanjang 20-30 cm, kemudian disemaikan untuk bibit. Pada akar yang tampak di permukaan tanah sering tumbuh tunas. Tunas ini dapat dipotong beserta akar induknya untuk dijadikan bibit. Budi daya tanaman Bibit sukun yang .telah mencapai tinggi kurang lebih 70 cm dapat ditanam di kebun. Ukuran lubang tanam 40 cm x 40 cm x 30 cm. Setiap lubang diberi 10 kg pupuk kandang yang telah matang. Sebaiknya bibit muda dilindungi dulu dengan daun kelapa atau daun lainnya untuk mencegah sengatan sinar matahari dan diberi air yang cukup bila musim kemarau.

Pemeliharaan

Pemangkasan cabang jarang dilakukan. Namun, bila pembentukan percabangan belum bagus maka batang utamanya sebaiknya dipangkas agar bertunas banyak. Pupuk buatan berupa NPK (15:15:15) diberikan tiga bulan sekali sebanyak 25-1000 g per pohon per tahun sesuai dengan umur tanaman. Setelah tanaman berbuah, pemupukan cukup diberikan 1-2 kali pertahun sebelum berbunga dan sesudah panen raya.

Hama dan Penyakit

Hama yang biasa menyerang tanaman sukun adalah penggerek batang (Xyleberus sp.) dan lalat buah (Dacus sp.). Lubang gerekan pada batang disumbat rapat dengan aspal atau batangnya disiram dengan larutan insektisida sistemik dapat mengatasi serangan. Hama penggerek ini dapat mematikan pohon. Oleh karena itu, bila ada serangan harus cepat diberantas. Penyakit yang biasa mengancam tanaman sukun adalah mati pucuk (Fusarium sp.), busuk buah lunak (Phytophthora palmivora), dan busuk tangkai buah (Rhizopus sp.). Namun, penyakit ini belum merupakan ancaman serius.

Panen dan Pasca Panen

Tanaman mulai berbuah pada umur 3-4 tahun. Tanaman sukun dapat berbuah sepanjang tahun. Musim panen terbesar biasanya pada bulan Januari-Maret. Buah dapat dipanen setelah tua benar. Buah sukun dipanen setelah tua benar. Tandanya, tonjolan kulit buah mulai merata dan buah berwarna kekuningan kusam. Buah sukun yang dibungkus sejak petil menunjukkan warna kekuningan bersih dan menarik. Buah dipotong pada tangkainya dengan galah yang ujungnya diberi pisau. Getah yang keluar dari tangkai buah dapat dihentikan dengan mencelupkan buah ke dalam air. Buah tidak boleh jatuh ke tanah agar tidak memar. Bagian buah yang memar menjadi pangkal serangan busuk buah yang berakibat buah terasa pahit.

dari http://iptek.net.id/ind/teknologi_pangan/index.php?mnu=2&id=239

Read More ..

cara dan tips budidaya SRIKAYA


SRIKAYA atau Sarikaya tumbuh di daerah tropik pada ketinggian sampai 1.000 m dpl, dan memiliki reputasi, terutama di India, berkat sifatnya sebagai tanaman yang bandel dan tahan kekeringan. Alasan ini hanya sebagian benar. Walaupun periode istirahat dan luruhnya daun masih memungkinkan pohon sarikaya bertahan terhadap musim kering yang hebat, pohon ini memerlukan kelembapan yang memadai selama pertumbuhannya, dan sangat responsif terhadap penambahan pengairan. Pentingnya kelembapan tampak dari kenyataan bahwa baik di India maupun di Asia Tenggara terbentuknya buah dihambat oleh permulaan adanya hujan, jadi pembungaan juga akan terhambat. Walaupun tanaman ini tumbuh pada tipe-tipe tanah yang kisarannya luas, dari mulai tanah berpasir sampai tanah liat berlempung (clay loam), hasil yang lebih tinggi dan lebih konsisten tampaknya hanya dapat dicapai jika pohon ditanam pada tanah berpasir atau tanah liat berpasir. Selanjutnya pertumbuhan vegetatifnya dapat pula diatur lebih mudah lagi melalui pengairan dan pemupukan. Pada tipe tanah yang lebih berat dan lebih sulit dikeringkan, genangan air merupakan penyebab utama rontoknya bunga dan berkurangnya pembentukan buah. Pada tanah yang dangkal, penimbunan akan memperbaiki kedalaman tanah dan drainase, serta pemberian mulsa dapat memacu perkembangan perakaran yang dapat memperoleh hara dari permukaan tanah.

Pedoman Budidaya

Perbanyakan dan penanaman Buah nona (Annona) biasa disambungkan ke batang bawah sarikaya yang ditanam dari benih Batang bawah sarikaya cenderung menurunkan ukuran pohon. Cara yang paling umum digunakan adalah sambungan pecut (whip grafting), sambungan, pecut dan lidah (whip and tongue grafting), dan sambungan celah (cleft grafting). Persentase keberhasilannya biasanya tinggi, jika penyambungan dilakukan pada awal keluarnya getah setelah peristirahat. Di Filipina dianjurkan 'patch budding sebelum rontoknya daun, yaitu pada musim sejuk dan kering (bulan November-Februari). Penampilan batang atas di atas batang bawah yang berasal dari semai sangat bervariasi, bergantung kepada kecepatan tumbuh, kerentanan terhadap genangan, gangguan air, dan serangan layu bakteri. Perbanyakan kultivar-kultivar sarikaya tanpa penyambungan atau dengan batang bawah asal-klon akan mengurangi variabilitas tersebut di atas. Walaupun begitu, kini perbanyakan melalui stek, cangkokan, dan kultur jaringan belum berhasil dengan memuaskan. Jarak tanam yang kini digunakan berkisar antara 5 m x 3 m dan 4 m x 3 m untuk sarikaya. Tata laksana Dimulainya belajar berbuah untuk sebatang pohon diperlukan untuk melatih pembuahan yang lebat tanpa rantingnya patah. Untuk pertumbuhan pohon yang subur (terutama kultivarkultivar 'cherimoya'), bentuk pohon yang paling cocok adalah bentuk piala terbuka (open goblet). Jika pertumbuhan lebih lemah, dikehendaki pohon yang cabang-cabang utamanya berada di tengah. Pemangkasan formatif (formative pruning) hendakjiya dilaksanakan pada masa istirahat. Di Thailand, sarikaya dipermuda setiap tahun agar kualitas buahnya terjamin. Cabang-cabang lateral yang menjadi lemah setelah berbuah hendaknya dipotong dan tunas-tunas pengganti yang lebih subur akan muncul. Pohon dipangkas ketika daundaunnya persis akan luruh, yang akan meningkat ke pertumbuhan awal lagi. Pertumbuhan baru harus ditunjang oleh pengairan sampai tiba awal musim hujan. Dengan cara ini masa panen dapat diajukan. Untuk memperbaiki pembentukan buah mungkin dapat dilakukan pelepasan sejumlah besar kumbang penyerbuk ke pohon pada hari yang kondusif untuk pembentukan buah. Penyerbukan dengan bantuan tangan juga sangat efektif dalam meningkatkan terbentuknya buah dan hasil buah. DI Kalifornia, praktek ini merupakan alat utama dalam mencapai hasil tinggi secara konsisten. Teknik-teknik untuk penyerbukan dengan bantuan tangan pada bunga 'atemoya' meliputi pemindahan serbuk sari yang sebelumnya telah dikumpulkan, ke kepala putik dengan menggunakan kuas kecil, atau menggunakan pengepul (piffer.r), atau pistol penyerbuk (pollination guns) untuk meniupkan sezbuk sari ke atas kepala putik. Pistol penyerbuk 'persimon' buatan Jepang terbukti sangat efektif di Kalifornia. Dengan kultivar yang tinggi produksinya, seperti 'African Pride', mungkin diperlukan sedikit pengurangan jumlah buah untuk mengatur muatan pohon dan agar besarnya buah dapat dipertahankan.

Pemeliharaan

Pohon Annona menghendaki kelembapan tanah yang seragam sejak berbunga sampai panen. Pengairan hendaknya dijadwalkan menurut hasil pembacaan tensiometer. Kelembapan yang tinggi di dalam kanopi pohon mungkin dapat dipertahankan melalui pemberian air yang sedikit demi sedikit di bawah pohon atau melalui penyemprotan tajuk. Buah sarikaya sangat memerlukan kalium. Pohon yang dewasa dan sedang berbuah lebat mungkin memerlukan kalium sebanyak 2-4 kg/tahun. Kandungan kalium pada daun hanya dapat dipertahankan di atas ambang kritis yang dianjurkan, yaitu 1176, melalui pemakaian kalium ini sebelum terjadinya pembungaan. Pohon Annona sensitif terhadap kekurangan zink dan boron. Jika terjadi kekurangan boron, maka 2 g/m2 boraks hendaknya ditaburkan di atas tanah di bawah kanopi. Kekurangan zink dapat dikoreksi dengan penyemprotan zink sulfat heptahidrat (zinc sulphate heptahydrate) dengan konsentrasi 0,196, dan dilakukan setiap sebulan sekali. Penyemprotan boron dan kalsium pada saat pembungaan dan awal terbentuknya buah dapat juga bermanfaat untuk menurunkan insiden kecoklatan pada buah bagian dalam.

dari http://iptek.net.id/ind/teknologi_pangan/index.php?mnu=2&id=172

Read More ..

cara dan tips budidaya sirsak


tanaman Sirsak merupakan jenis yang paling tidak bandel tumbuhnya di antara jenis-jenis Annona lainnya dan memerlukan iklim tropik yang hangat dan lembap. Tanaman ini dapat tumbuh pada ketinggian sampai 1000 m dpl. dan meluas sampai ke 25° LS pada lahan yang ternaung. Pertumbuhan dan pembungaannya sangat terhambat oleh turunnya udara dingin, serta hujan salju yang ringan saja sudah dapat membunuh pohon sirsak. Musim kering dapat mendorong luruhnya daun dan menyelaraskan pertumbuhan memanjang d an pembungaan dalam batas-batas tertentu. Hasil panen dapat lebih tinggi pada cuaca demikian, asalkan kelembapan yang tinggi berlangsung selama periode pembentukan buah; ada indikasi bahwa untuk Annona spp. lainnya, balk kelembapan yang sangat tinggi maupun sangat rendah, dapat merusak pembentukan buah. Jika kelembapan cenderung rendah, dianjurkan untuk memberikan naungan agar transpirasi dapat dikurangi (juga karena pohon sirsak dangkal perakarannya). Sebagian besar tipe tanah cocok untuk tanaman ini, tetapi drainasenya harus balk, sebab pohon sirsak tidak tahan terhadap genangan air.

Pedoman Budidaya

Perbanyakan dan penanaman Pohon sirsak dapat diperbanyak dengan klon, terutama melalui berbagai teknik penempelan dan penyambungan pada batang bawah yang diperbanyak dengan semai, seperti dipraktekkan di berbagai wilayah Amerika (misalnya di Kolumbia dan Venezuela). Akan tetapi, umumnya sirsak ditumbuhkan dari benih. Semai dapat dipakai, sebab populasi yang tumbuh cukup seragam dan benih dari kultivar manis, misalnya, pada umumnya sifatnya sama dengan induknya, serta karena fase yuananya hanya berlangsung 2-4 tahun. Benih dapat ditanam langsung di ladang atau disemaikan dahulu di persemaian. Setelah 2030 hari, 85-90% dapat berkecambah dan semai itu dapat dipindahkan ke lapangan setelah 6-8 bulan. Pemotongan separuh daun dan kadang-kadang perompesan daun diperlukan untuk memindahtanamkan semai yang sebelumnya tidak ditumbuhkan dahulu dalam wadah. Jarak tanam di kebun buah sebaiknya antara 3 m x 4 m dan 4 m x 6 m. Berkat kecilnya ukuran pohon dan cepatnya berbuah, sirsak dapat ditanam sebagai tanaman sela di antara pohon buah-buahan yang lebih besar, seperti mangga, avokad, dan kecapi. Jika tanaman utamanya membutuhkan ruangan, pohon sirsak dapat ditebang.

Pemeliharaan

Lahan di sekitar pangkal pohon sirsak sebaiknya terbebas dari gulma atau ditutup oleh mulsa untuk menghindari dehidrasi dari perakarannya yang dangkal itu pada musim kemarau. Sirsak toleran terhadap keadaan tanah yang kering, tetapi pohonnya akan meluruhkan terlalu banyak daun jika mengalami kekeringan yang berkepanjangan; dalam situasi demikian pohon sirsak akan tertolong oleh pengairan tambahan. Pemupukan dengan pupuk kandang dan/atau NPK dalam dosis kecil beberapa kali dalam setahun dapat mendorong pertumbuhan dan pembuahan, tetapi tidak diperoleh data kuantitatif mengenai kebutuhan pupuk atau banyaknya pupuk daun yang dianjurkan. Pohon sirsak biasanya dapat mencapai bentuk yang memuaskan, tetapi dalam beberapa kasus diperlukan usaha sedini mungkin membatasi pohon itu hanya berbatang tunggal, yaitu dengan cara memotong cabang-cabang yang akan menyainginya. Tunas air (water sprout), cabang-cabang yang tumpang-tindih dan bergerombol juga harus dibuang. Kurang baiknya penyerbukan kiranya merupakan faktor pembatas utama dalam jumlah hasil, dan untuk menghilangkan kendala ini dianjurkan untuk penyerbukan dengan tangan. Akan tetapi, hal ini jarang dilakukan dan hanya dapat berlangsung jika ada masa pembungaan yang jelas.

Hama dan Penyakit

Selama vigor pohon dapat dipertahankan, kerusakan yang serius disebabkan oleh penyakit dan hama umumnya terbatas hanya pada buah. Antraknosa (Colletotrichum gloeosporioides merupakan penyakit utama pada sirsak di daerah yang lembap. Produksi buah sirsak dapat menyusut sekali karena bunga dan buahnya terserang penyakit sehingga menjadi busuk atau keriput; selanjutnya penyakit ini juga mengganggu buah, daun, batang, dan pematangan buah. Di Hindia Barat ada anjuran agar diadakan seleksi terhadap kemampuan pembentukan buah dalam kondisi lingkungan yang lembap. Jika terjadi musim kemarau barangkali ada kemungkinan untuk mempercepat pembungaan dan pembentukan buah agar terhindar dari periode kelembapan yang tinggi. Penyakit busuk coklat batang (Corticium sp.) menyerang pohon sirsak dan menyebabkan busuknya cabang dan mungkin membunuh pohonnya juga. Pembersihan yang sebaik-baiknya menjelang akhir musim kemarau, termasuk pembakaran bagian-bagian pohon yang terserang, dapat menolong untuk menahan penyakit pada musim hujan berikutnya. Kutu perisai seringkali menyerang pohon sirsak, dan kutu bubuk dapat bergerombol banyak sekali pada buah sirsak. Jika semut dapat diberantas dengan baik, musuh-musuh alaminya akan mampu menanggulangi hama ini. Buah dapat dibungkus untuk menghindari kerusakan yang disebabkan oleh lalat buah. Annonaepestis bengalella adalah penggerek buah sirsak, dan ngengat ini tersebar dari India sampai ke Jawa dan Filipina. Ulat besar dari kupu-kupu Meganotron rufescens dan Papilio agamemnon sering sekali dijumpai memakan daun sirsak. Kerusakan yang disebatkan oleh ketiga jenis hama ini umumnya belum sampai mengharuskan dilakukannya pemberantasan secara kimiawi.

Panen dan Pasca Panen

Buah sirsak sebaiknya dipanen setelah tua benar tetapi masih keras. Buah ini dianggap tua jika duri-durinya sudah saling berjauhan dan warna kulitnya yang tadinya hijau berkilat telah berubah menjadi hijau kusam atau hijau kekuning-kuningan. Jika dipetik terlalu awal, kualitas buah akan jelek. Sebaliknya jika buah dibiarkan matang di pohon, seringkali buah itu dimakan oleh kelelawar sebelum jatuh ke tanah. Di daerah yang iklimnya tidak mengenal musim, buah sirsak dapat dijumpai sepanjang tahun, tetapi biasanya pohon sirsak memiliki 1-3 kali masa panen, dengan puncaknya yang nyata pada masa musim utama. Buah harus dipetik secara selektif; dipotong gagangnya dengan pisau yang tajam atau gunting setek, kemudian disimpan di dalam keranjang bambu yang telah dialasi dengan bahan yang empuk, seperti jerami.

dari http://iptek.net.id/ind/teknologi_pangan/index.php?mnu=2&id=171

Read More ..

cara dan tips budidaya SELEDRI


SELEDRI Daun-daunnya digunakan sebagai penambah aroma/rasa pada masakan, juga sebagai sayuran atau sebagai salad. Selain itu, tanaman ini banyak mengandung vitamin A, C, dan zat besi., dan berkhasiat sebagai obat rematik.

Syarat Tumbuh

Seledri merupakan tanaman dataran tinggi yang dapat tumbuh baik pada kisaran suhu 7-16° C. Tanah yang baik untuk areal penanamannya adalah yang subur dan gembur dengan pH 5,5-6,8.

Pedoman Budidaya

PERSEMAIAN Seledri dikembangbiakkan dengan biji. Oleh karena itu, untuk mendapat pertumbuhan dan produksi yang baik, maka harus ditunjang dengan benih yang baik pula. Beberapa jenis seledri seperti parsley dan celery, bibitnya umumnya didatangkan dari luar negeri. Sebelum disemaikan, sebaiknya biji seledri direndam dalam air dengan suhu 50° C selama 15 menit untuk merangsang perkecambahan. Benih-benih ini kemudian ditaburkan pada alur-alur dalam kotak atau bedeng persemaian. Jarak antaralur 2 cm dan dalamnya 1 cm. Alur lalu ditutup setipis mungkin dengan tanah agar mudah berkecambah. PENGOLAHAN TANAH Pengolahan tanah dilakukan sebelum tanaman di persemaian dipindahkan ke lahan. Tanah dibajak atau dicangkul, diberi pupuk kandang sebanyak 15 ton/ha, digemburkan, serta dibuat bedengan-bedengan. Lebar bedengan lm dan panjangnya disesuaikan dengan keadaan lahan. Bedengan-bedengan itu kemudian disiram dengan air secukupnya, lalu didiamkan selama seminggu sehingga reaksi-reaksi di dalam tanah menjadi stabil. PENANAMAN Setelah berumur 2 minggu, bibit seledri sudah dapat dipindahkan ke bedengan yang telah disiapkan. Jarak tanam yang digunakan tergantung jenisnya, tetapi umumnya digunakan jarak tanam (40 x 40) cm.

Pemeliharaan

PEMUPUKAN Selain penggunaan pupuk kandang sebagai pupuk dasar, tanah juga perlu diberi pupuk susulan berupa pupuk buatan, yaitu urea 435 kg/ha, TSP 400 kg/ha, dan KCl 300 kg/ha.

Hama dan Penyakit

Hama yang sering menyerang pertanaman seledri adalah sebagai berikut. NEMATODA Bagian tanaman yang diserang adalah akar sehingga tampak berbintil-bintil besar atau kecil. Keadaan ini akan mengganggu aktivitas akar dalam penyerapan air dan unsur-unsur hara yang diperlukan tanaman. Serangan yang berat pada saat tanaman muda dapat menyebabkan tanaman tumbuh kerdil. Hama ini dapat dikendalikan dengan insektisida Curacron dengan dosis 1,3 cc/liter air. KUTU DAUN (APHID) Hama ini menimbulkan kerusakan pada daun. Daun muda yang terserang menjadi kuning dan akhirnya mengering. Akibatnya, pertumbuhan tanaman terhambat. Hama ini dapat diberantas dengan insektisida Basudin 60 EC dengan dosis 2 cc/1 air. PENYAKIT Penyakit pada seledri berupa bercak-bercak klorosis dan nekrosis yang bisa meluas pada daun dan tangkai daun. Pada bagian yang mengalami nekrosis tampak bintik-bintik hitam. Sedangkan pada tangkai daun bercak cokelat tampak memanjang. Penyakit ini dinamakan late night yang disebabkan oleh cendawan Septoria sp. Penyakit lain yang juga sering menyerang adalah bakterial soft rot yang disebabkan oleh Erwinia carotovora. Penyakit ini dapat dikendalikan dengan penyemprotan Dhitane dengan dosis 1,5 g/1 air. Namun, jika tanaman telah terserang, sebaiknya dicabut dan dimusnahkan.

Panen dan Pasca Panen

Seledri mulai dapat dipanen pada umur 6-8 minggu setelah tanam. Yang dipanen adalah daun yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. Parsley dapat dipanen beberapa kali hingga mencapai umur maksimum 5 bulan, biasanya satu tanaman dapat dipanen 6-8.helai daun. Sedangkan celery dipanen dengan cara dipotong pangkal batangnya tepat di atas akar.

dari http://iptek.net.id/ind/teknologi_pangan/index.php?mnu=2&id=204

Read More ..