Rabu, 20 Mei 2009

Budidaya ikan oskar


Induk yang cocok untuk dipijahkan sebaiknya sudah berusia 1,5 hingga 2 tahun, dengan panjang tubuh mencapai 15 cm dan tinggi 10cm, serta berwarna cerah.

Seleksi induk dapat dimulai pada saat ikan itu berusia remaja (5-6 bulan) dengan cara mencampurkan 5 ekor jantan dan 5 ekor betina. Ikan oscar ini akan mencari pasangannya sendiri-sendiri. Setelah saling berpasangan, maka kita pisahnkan di bak tersendiri sampai menjadi induk.
Perbedaan Induk Jantan dan Betina
Induk Jantan Induk Betina

* Badannya relatif lebih panjang
* Alat Kelamin lebih menonjol



* Induk yang telah matang perutnya tampak gendut
* Lubang kelamin lebih besar

Cara Pemijahan

Bak perkawinan dapat dibuat dari semen yang berukuran 1,5 x 1 x 0,5 m3, kemudian diisi air yang telah diendapkan selama 12-24 jam dengan ketinggian 30-40 cm. Jika bak perkawinannya luas, dapat dilakukan penyekatan.

Sepasang induk oscar yang telah matang telur dimasukkan untuk tiap-tiap bak pemijahan.

Pada setiap bak diberi batu ceper, sebaiknya berwarna gelap, dan bagian atas bak ditutup sebagian agar suasana tampak remang-remang.

Biasanya ikan ini memijah pada siang hari dan sore hari yang langsung dibuahi oleh pejantannya.

Telur yang berada di atas batu ceper tersebut setelah dibuahi, dapat diangkat untuk dipindahkan ke dalam akuarium untuk ditetaskan. Akuarium yang digunakan sebaiknya berukuran 70 x 40 x 40 cm3 dan diisi air setinggi 10 cm untuk telur yang berasal dari sepasang induk.
Dalam akuarium tersebut diberikan gelembung udara (aerasi) dengan kekuatan lemah.

Setelah tiga hari biasanya telur sudah mulai menetas. Sebaiknya air diberi campuran cairan methylene blue untuk mencegah telur ditumbuhi jamur.
PEMELIHARAAN BENIH

Benih ikan ini sampai berumur empat hari belum perlu diberi pakan, karena masih mengkonsumsi kuning telurnya. Pemberian pakan pada masa ini hanya akan mengotori air dan bisa menimbulkan penyakit.

Pada hari ke-lima, benih dapat diberi makanan rotifera atau benih udang renik. Pemberian pakan harus agak sering karena sifat ikan ini yang kanibal (memangsa sesamanya).

Pada hari ke-sepuluh benih sudah dapat diberi kutu air yang telah disaring.

Ketika berusia 2 minggu, benih mulai diberi kutu air tanpa disaring da mulai coba diberikan cacing rambut untuk mempercepat pembesaran.

Benih dapat dipindahkan ke bak yang lebih luas setelah berumur 25 hari.
PEMBESARAN

Pembesaran dapat dilakukan setelah benih berumur 25 hari.

Benih yang dapat dihasilkan dari satu kali penetasan kira-kira 1000-3000 ekor.

Bak yang dipergunakan sebaiknya berukuran 2 x 1 x 1 m3 dan diisi air setinggi 20-25 cm.

Untuk pertama kali pembesaran, benih yang dapat disebar kurang lebih 300 ekor ikan.

Untuk mengurangi teriknya matahari pada siang hari, di dalam bak diberi tanaman air seperti eceng gondok dan hidrilla verticillata. Untuk mencegah masuknya air hujan terlalu banyak, kolam dapat ditutup sebagian dengan seng plastik.

Makanan yang diberikan dapat berupa cacing rambut.

Setelah ikan berumur 5-6 bulan, selanjutnya dapat diseleksi sebagai induk. Makanan yang diberikan diganti dengan udang kali atau udang rebon yang masih hidup.

Sepasang induk dapat menghasilkan 1000 hingga 4000 telur sekali pemijahan.
PENUTUP

Untuk menghasilkan warna yang indah pada ikan oscar, pemberian makanan harus mengandung zat kapur (chitine) yang dimulai sejak kecil, seperti kutu air, rotifera, cacing rambut, artemia, udang rebon atau udang kali.

Selamat mencoba. (RAD)

Sumber: Brosur Informasi Dinas Perikanan Propinsi DKI Jakarta

Tidak ada komentar: